Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Zona.my.id PT Zona Nyaman Indonesia
Get
Example floating
Example floating
DISKOMINFO BERAU

Berau Dorong Kakao Lestari, Komoditas Kampung Merasa Kini Tembus Pasar Premium

ZonaTV
32
×

Berau Dorong Kakao Lestari, Komoditas Kampung Merasa Kini Tembus Pasar Premium

Sebarkan artikel ini
1e8a5151 3388 4277 93ff 27e264652e31

TANJUNG REDEB – Kakao kembali menegaskan diri sebagai salah satu komoditas strategis Kabupaten Berau. Tidak hanya menjadi sumber penghasilan masyarakat, pengembangan kakao kini menjadi contoh sukses pemanfaatan kawasan perhutanan sosial yang dikelola secara berkelanjutan oleh petani lokal.

Dengan 75 persen wilayah daratan yang masih berupa hutan alam, Pemerintah Kabupaten Berau terus menegaskan komitmennya menjaga tutupan hutan sambil mengoptimalkan potensi ekonomi masyarakat. Melalui penguatan program perhutanan sosial, pemanfaatan komoditas kakao menjadi salah satu contoh keberhasilan yang kini mendapat perhatian nasional bahkan internasional.

Bupati Berau, Sri Juniarsih, menegaskan bahwa Berau saat ini menjadi daerah percontohan pengelolaan perhutanan sosial di Kalimantan Timur. Penyusunan dokumen Integrated Area Development (IAD) yang pertama di Kaltim menjadi langkah strategis dalam memastikan 98 ribu hektare kawasan perhutanan sosial dikelola dengan prinsip konservasi dan kesejahteraan.

“Dokumen IAD ini memastikan kawasan hutan tidak hanya dijaga, tetapi juga dimanfaatkan secara bijak, termasuk melalui budidaya kakao oleh masyarakat kampung,” tegasnya.

Program tersebut membuka ruang lebih besar bagi masyarakat untuk mengelola lahan secara legal, aman, dan berkelanjutan.

Kepala Dinas Perkebunan Berau, Lita Handini, menjelaskan bahwa pengembangan kakao dilakukan melalui strategi komprehensif, mulai dari pemetaan kawasan kakao, pendampingan budidaya, peningkatan produksi, hingga penguatan kualitas biji kakao.

“Kami mendorong kakao lestari melalui kerja sama multi pihak, pembinaan petani, serta hilirisasi produk. Pendampingan intensif sangat penting agar produk kakao bisa bersaing di pasar premium,” jelasnya.

Kampung Merasa menjadi salah satu sentra kakao unggulan dengan pendekatan agroforestri, di mana tanaman kakao tumbuh harmonis di bawah naungan hutan. Model ini terbukti menjaga kelestarian kawasan sekaligus membangun ekonomi kampung.

Salah satu petani kakao Kampung Merasa, Irmaya Banaweng, mengungkapkan bahwa sejarah perkebunan kakao di kampung tersebut sudah berlangsung sejak 1980. Namun, kemajuan signifikan baru dirasakan ketika pelatihan, pendampingan ICS, hingga pendampingan mutu dilakukan oleh pemerintah dan mitra NGO.

“Petani jadi paham standar kakao, mulai dari biji basah, biji kering, sampai fermentasi yang punya harga paling tinggi,” kata Irmaya.

Peningkatan kualitas ini akhirnya mengantarkan kakao Merasa masuk dalam delapan besar kakao fermentasi berkarakter unik dan otentik pada seleksi nasional menuju Cocoa of Excellence di Paris tahun 2021.

Pengakuan ini kemudian berlanjut dengan peluncuran Single Origin Chocolate 74% Kampung Merasa, hasil kolaborasi dengan Pipiltin Cocoa, yang dikenal sebagai produsen cokelat premium di Indonesia.

Tidak hanya bahan baku, kelompok perempuan Kampung Merasa kini mampu mengolah kakao fermentasi menjadi ragam produk makanan dan minuman bernilai tinggi. Produk-produk ini dipasok ke berbagai kedai di Tanjung Redeb dan menjadi oleh-oleh bagi wisatawan yang berkunjung.

Peningkatan kualitas sumber daya manusia dan diversifikasi produk membuat kakao Merasa semakin dikenal, sekaligus memperkuat ekonomi keluarga petani.

Keberhasilan pengembangan kakao di Kampung Merasa menjadi contoh nyata bahwa pemanfaatan kawasan perhutanan sosial dapat berjalan selaras dengan pelestarian lingkungan. Dengan dukungan pemerintah daerah, pendampingan multi pihak, serta komitmen masyarakat, kakao kini menjadi salah satu ikon produk unggulan yang mengangkat nama Berau hingga ke pasar global. (adv)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan