Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Zona.my.id PT Zona Nyaman Indonesia
Get
Example floating
Example floating
Trending

Berau Healing Sepi Pengunjung, UMKM Keluhkan Acara Didominasi DJ yang Dinilai Tak Berdampak pada Penjualan

ZonaTV
20
×

Berau Healing Sepi Pengunjung, UMKM Keluhkan Acara Didominasi DJ yang Dinilai Tak Berdampak pada Penjualan

Sebarkan artikel ini
afaad1df 92b0 4dbd b0f7 68346a3be147 scaled
Lokasi acara (Zonamy.id)

BERAU – Harapan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk mendapatkan peningkatan omzet melalui gelaran Berau Healing justru berbanding terbalik dengan kenyataan di lapangan. Sejumlah pedagang menilai kegiatan yang berlangsung di kawasan GOR Pemuda Berau, Jumat 30/10/2026 hingga Minggu 8/11/2026, belum memberikan dampak ekonomi seperti yang diharapkan.

Beberapa pelaku UMKM mengeluhkan minimnya jumlah pengunjung yang datang, sementara biaya operasional yang harus dikeluarkan cukup besar. Kondisi tersebut membuat sebagian pedagang mengaku kesulitan memperoleh keuntungan selama mengikuti kegiatan tersebut.

Salah seorang pedagang UMKM, sebut saja Adi, mengungkapkan bahwa sejak hari pertama pembukaan hingga menuju penutupan acara, kondisi penjualan tidak sesuai harapan.

“Dari awal pembukaan sampai akhir ini betul-betul terasa sepi. Pengunjung kurang, pembeli juga tidak banyak. Sementara kami tetap harus melunasi biaya tempat yang sudah ditentukan panitia,” ujar adi, Minggu (8/11/2026).

Menurutnya, biaya sewa tenda menjadi salah satu beban yang cukup berat bagi pedagang. Untuk satu tenda, pedagang harus mengeluarkan biaya sekitar Rp4,5 juta selama 10 hari kegiatan. Bahkan, beberapa lokasi lainnya disebut mencapai Rp3,5 juta, sedangkan pedagang kaki lima (PKL) di area luar dikenakan biaya sekitar Rp850 ribu.

“Untuk tenda kami sementara ini Rp4,5 juta, ada juga yang Rp3,5 juta. Kalau PKL yang di lorong luar kalau tidak salah sekitar Rp850 ribu. Dengan kondisi jualan yang hanya sekitar Rp40 ribu sampai Rp50 ribu per malam, tentu sangat berat,” katanya.

Rahmadi juga menyoroti konsep acara yang dinilai belum mampu menarik minat masyarakat secara maksimal. Menurutnya, rangkaian kegiatan yang didominasi hiburan DJ belum cukup memberikan dampak terhadap peningkatan kunjungan.

“Acara ini lebih banyak DJ saja, tidak ada variasi kegiatan lain. Bahkan sampai tiga malam berturut-turut DJ, tetapi bagi kami pedagang tidak menghasilkan apa-apa,” ungkapnya.

Ia berharap penyelenggaraan kegiatan serupa ke depan dapat dirancang lebih matang, mulai dari konsep acara, strategi promosi, hingga pemilihan hiburan yang mampu menarik lebih banyak pengunjung.

“Ke depan saya harap EO bisa memperbaiki lagi. Kegiatannya dibuat lebih bagus, lebih menarik, sehingga masyarakat mau datang dan UMKM juga bisa merasakan manfaatnya,” harap adi.

Keluhan lain juga disampaikan pedagang berinisial Pangeran. Ia menyoroti persoalan fasilitas pendukung selama kegiatan berlangsung, salah satunya gangguan listrik yang disebut terjadi beberapa kali di lokasi acara.

Menurut Pangeran, kondisi tersebut sempat mengganggu aktivitas pedagang. Bahkan, ia menyebut sempat terjadi insiden kecil yang diduga akibat korsleting listrik.

“Lampu sering mati berkali-kali di lokasi acara. Sempat juga ada kejadian kecil akibat korsleting,” ungkap Pangeran.

Selain persoalan fasilitas, Pangeran menilai promosi kegiatan perlu diperkuat agar mampu menjangkau lebih banyak masyarakat.

“Promosi melalui media sosial sepertinya masih perlu ditingkatkan. Kalau informasi kegiatan lebih luas, mungkin pengunjung yang datang juga bisa lebih ramai,” ujarnya.

Para pedagang berharap evaluasi dilakukan terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut agar event serupa ke depan tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga mampu memberikan ruang pertumbuhan ekonomi bagi pelaku UMKM lokal.

Tim zona.my.id berupaya menghubungi pihak EO, untuk keberimbangan informasi, namun sampai saat ini belum ada respon.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan