TANJUNG REDEB — Perumda Air Minum Batiwakkal Berau masih menghadapi tantangan dalam menekan tingkat kehilangan air atau non-revenue water (NRW). Kebocoran jaringan distribusi serta ketidakakuratan meter pelanggan menjadi dua faktor yang mempengaruhi jumlah air produksi yang tidak sepenuhnya berubah menjadi pendapatan.
Dalam Laporan Tahunan 2025, manajemen Perumda Batiwakkal menyebut pengendalian NRW menjadi salah satu perhatian penting dalam meningkatkan efisiensi operasional perusahaan.
Air yang hilang sebelum sampai ke pelanggan tidak hanya berdampak terhadap volume distribusi, tetapi juga berpengaruh terhadap biaya produksi. Setiap meter kubik air yang telah melalui proses pengolahan membutuhkan biaya, mulai dari pengambilan air baku, pengolahan, hingga distribusi.
Namun, ketika air tersebut tidak tercatat sebagai konsumsi pelanggan akibat kebocoran maupun masalah pengukuran, perusahaan tidak memperoleh pendapatan dari produksi tersebut.
Perumda Batiwakkal menjelaskan, penyebab kehilangan air tidak hanya berkaitan dengan usia jaringan pipa. Faktor eksternal seperti aktivitas pembangunan infrastruktur juga menjadi salah satu penyebab gangguan jaringan.
Pekerjaan proyek jalan, drainase, maupun aktivitas lain di sekitar jalur pipa berpotensi menyebabkan jaringan distribusi mengalami kerusakan. Kondisi tersebut dapat memicu kebocoran hingga terputusnya aliran air ke pelanggan.
Selain jaringan distribusi, perusahaan juga menyoroti kondisi meter air pelanggan. Meter yang mengalami penurunan akurasi dapat menyebabkan pencatatan pemakaian air tidak sesuai dengan konsumsi sebenarnya.
Sepanjang 2025, Perumda Air Minum Batiwakkal melakukan sejumlah upaya perbaikan, mulai dari penanganan kebocoran jaringan distribusi utama hingga perbaikan jaringan distribusi pembagi yang mengalami gangguan.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari strategi memperbaiki kinerja pelayanan sekaligus menjaga efisiensi perusahaan.
Manajemen menilai pengendalian kehilangan air membutuhkan penanganan berkelanjutan, karena berkaitan langsung dengan keberlangsungan layanan air bersih kepada masyarakat.
Dengan jaringan distribusi yang semakin luas dan jumlah pelanggan yang terus bertambah, pengelolaan aset pipa, pemantauan kebocoran, serta peningkatan akurasi meter pelanggan menjadi bagian penting dalam menjaga keandalan sistem pelayanan Perumda Batiwakkal ke depan. (adv)












