TANJUNG SELOR — Pendangkalan di area kedatangan Pelabuhan Kayan II, Tanjung Selor, kian mengkhawatirkan. Saat pasang, kedalaman perairan hanya sekitar 4 meter, sedangkan ketika surut timbunan pasir mulai terlihat.
Kondisi ini membuat Dinas Perhubungan (Dishub) Bulungan bergerak cepat. Penyedotan pasir ditargetkan dilakukan pekan ini untuk mengurangi sedimentasi dan menjaga aktivitas kapal tetap berjalan aman.
Kepala Dishub Bulungan, Khairul, mengatakan penyedotan dilakukan bersama Gapasdap Bulungan, pengusaha sedot pasir, dan Polairud Polresta Bulungan. Langkah tersebut menjadi penanganan sementara karena kondisi di lapangan dinilai sudah mendesak.
“Untuk jangka pendek kita belum melakukan pengerukan, hanya penyedotan pasir di area dermaga kedatangan Pelabuhan Kayan II,” kata Khairul, Selasa (25/8).
Menurutnya, penyedotan diperkirakan efektif sekitar satu tahun, berkaca pada penanganan sebelumnya. Musim kemarau juga disebut turut memengaruhi kondisi pendangkalan.
Untuk solusi permanen, Dishub menyiapkan opsi pengerukan menggunakan excavator amfibi. Material hasil pengerukan akan dipindahkan ke darat agar tidak kembali menjadi sedimentasi.
Selain itu, penambahan panjang trestle juga tengah dikaji. Besaran anggaran masih menunggu kajian teknis konsultan.
“Rencananya penanganan jangka panjang dilakukan tahun depan, sedangkan untuk sekarang kita fokus menangani kondisi yang sudah mendesak ini,” pungkas Khairul.(Rdi)












