Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Zona.my.id PT Zona Nyaman Indonesia
Get
Example floating
Example floating
Pemkab Berau

Panen di Tengah Kekeringan, Pemkab Berau Dorong Pertanian yang Lebih Adaptif

ZonaTV
6
×

Panen di Tengah Kekeringan, Pemkab Berau Dorong Pertanian yang Lebih Adaptif

Sebarkan artikel ini
77819def 4883 4652 86fd 58e33e259180
foto: prokopim

TELUK BAYUR – Di tengah kemarau panjang dan suhu panas ekstrem yang melanda Kabupaten Berau, petani di Kampung Labanan Jaya, Kecamatan Teluk Bayur, masih mampu memanen padi. Keberhasilan tersebut menjadi secercah harapan bagi sektor pertanian yang tahun ini menghadapi ancaman kekeringan di berbagai wilayah.

Rasa syukur atas hasil panen diwujudkan melalui kegiatan syukuran panen padi yang digelar pada Kamis (20/8/2026). Momen ini menjadi bukti bahwa di tengah tantangan perubahan iklim, sebagian petani masih mampu mempertahankan produksi pangan meski hasilnya belum maksimal.

Musim tanam 2026 menjadi salah satu periode terberat bagi petani Berau. Sejumlah sentra produksi padi seperti Buyung-Buyung, Semurut, Merancang, hingga Melati Jaya dilaporkan mengalami gagal panen akibat minimnya pasokan air.

Di Kampung Labanan Jaya sendiri, dari total 118,7 hektare lahan yang ditanami, sekitar 75 hektare berhasil dipanen. Namun, sekitar 11,5 hektare tidak dapat menghasilkan karena terdampak kekeringan.

Selain luasan panen yang berkurang, produktivitas juga mengalami penurunan signifikan. Rata-rata hasil panen hanya mencapai sekitar 3,19 ton gabah per hektare, jauh di bawah potensi varietas padi premium yang seharusnya mampu menghasilkan hingga sekitar 8 ton per hektare pada kondisi normal.

Saat ini, Kampung Labanan Jaya memiliki kawasan persawahan seluas sekitar 336 hektare yang terdiri atas 268 hektare luas baku sawah dan 68 hektare lahan hasil program cetak sawah baru. Namun, keberlangsungan sentra produksi tersebut mulai terancam akibat perubahan iklim yang berdampak pada ketersediaan air.

Wakil Bupati Berau, Gamalis, mengatakan kondisi tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Menurutnya, perubahan cuaca yang semakin ekstrem telah memberikan dampak nyata terhadap produktivitas pertanian sehingga diperlukan langkah-langkah adaptif untuk menjaga ketahanan pangan.

“Petani kita menghadapi tantangan yang cukup berat akibat kemarau. Karena itu, dukungan terhadap petani harus terus diperkuat agar produksi pangan tetap terjaga,” ujarnya.

Ia menegaskan, pemerintah akan terus mendorong penguatan sektor pertanian melalui penyediaan sarana dan prasarana, peningkatan infrastruktur pengairan, serta penyesuaian pola tanam yang lebih sesuai dengan kondisi iklim.

Gamalis juga mengapresiasi semangat para petani Labanan Jaya yang tetap mampu menghasilkan panen di tengah keterbatasan air. Menurutnya, keberhasilan tersebut menunjukkan ketangguhan petani sekaligus menjadi bukti pentingnya pengembangan sistem pertanian yang lebih adaptif terhadap perubahan iklim.

Sementara itu, Bupati Berau Sri Juniarsih Mas menyampaikan penghargaan kepada para petani yang terus bekerja menjaga ketersediaan pangan daerah meski dihadapkan pada kondisi cuaca yang tidak menentu.

“Para petani adalah pahlawan ketahanan pangan. Di tengah tantangan yang tidak mudah, mereka tetap bekerja dan berusaha agar kebutuhan pangan masyarakat dapat terus terpenuhi,” katanya.

Sri Juniarsih menegaskan, sektor pertanian tetap menjadi salah satu pilar utama pembangunan daerah. Oleh karena itu, pemerintah berkomitmen terus memberikan dukungan untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani.

Ia juga menyoroti pentingnya regenerasi petani sebagai langkah menjaga keberlanjutan sektor pertanian. Menurutnya, generasi muda harus mulai memandang pertanian sebagai sektor usaha yang menjanjikan dengan dukungan teknologi, inovasi, dan sistem budidaya modern.

“Tantangan ke depan tidak mudah, terutama dengan adanya perubahan iklim. Karena itu, kita harus mendorong sistem pertanian yang lebih modern dan memastikan usaha para petani mendapat dukungan,” pungkasnya.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan