TANJUNG SELOR – Pelatihan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) tahun 2026 menghadirkan sejumlah perubahan. Selain jumlah anggota yang berkurang dibanding tahun sebelumnya, pola pelatihan juga mengalami penyesuaian mengikuti perubahan yang diterapkan pada upacara kenegaraan di Istana Negara.
Berdasarkan pantauan di lokasi latihan, sebanyak 26 anggota Paskibraka Kaltara mengikuti pemusatan latihan. Jumlah tersebut menurun dibanding tahun 2025 yang mencapai 38 anggota.Senin,(3/8/2026)
Kepala Pelatih Paskibraka Kaltara, Pembantu Letnan Dua (Pelda) Dahlan dari Korem 092/Maharajalila, mengatakan perubahan paling mencolok tahun ini terletak pada teknik langkah tegap yang disesuaikan dengan pola terbaru yang diterapkan ko di tingkat nasional.
“Kami melihat pelaksanaan pengibaran bendera tahun lalu di Istana Negara mengalami banyak perubahan. Karena itu, Paskibraka Provinsi kaltara juga mengikuti penyesuaian tersebut,” ujarnya usai memimpin latihan.
Menurut Dahlan, tahun 2026 menjadi kali pertama Paskibraka Kaltara menerapkan perubahan tersebut. Meski sejumlah daerah masih menggunakan teknik lama, Kaltara berupaya menjadi salah satu daerah yang lebih awal mengadopsi standar baru.
“Kami usahakan Paskibraka Kaltara menjadi perintis perubahan ini dan mengikuti standar yang diterapkan di Istana Negara,” jelasnya.
Tak hanya itu, pelaksanaan upacara tahun ini juga akan menghadirkan variasi formasi. Jika sebelumnya Istana Negara menggunakan Formasi 80, Paskibraka Kaltara berencana menampilkan Formasi 81 sebagai inovasi dalam upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
“Di tahun ini kami juga mengupayakan pembentukan Formasi 81. Ini menjadi variasi baru dalam penampilan Paskibraka Kaltara,” tambahnya.
Dahlan mengakui berkurangnya jumlah anggota Paskibraka tahun ini dipengaruhi oleh kebijakan efisiensi anggaran. Namun, ia menegaskan kondisi tersebut tidak mengurangi semangat para anggota dalam menjalankan tugas mengibarkan Sang Merah Putih.
“Walaupun jumlah anggota berkurang dari 38 menjadi 26 orang, semangat mereka tetap tinggi untuk memberikan yang terbaik dalam pelaksanaan upacara,” katanya.
Ia berharap seluruh rangkaian upacara, baik saat pengibaran maupun penurunan bendera, dapat berlangsung dengan khidmat sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.
“Kami berdoa agar pengibaran bendera tahun 2026 berjalan sukses dan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan lancar,” pungkasnya.(Rdi)












