Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Zona.my.id PT Zona Nyaman Indonesia
Get
Example floating
Example floating
Kaltara

Kebun Raya Bundahayati Jadi Simbol Pembangunan Hijau Bulungan, Tantangan Terbesar Ada pada Konsistensi

ZonaTV
21
×

Kebun Raya Bundahayati Jadi Simbol Pembangunan Hijau Bulungan, Tantangan Terbesar Ada pada Konsistensi

Sebarkan artikel ini
bc4b0c9a img 20260723 wa0016
FOTO: Aksi Tanam Pohon Bupati Bulungan Syarwani bersama 74 kades simbol dan komitmen pembangunan hijau (Rdi-Zona)

TANJUNG SELOR – Revitalisasi Kebun Raya Bundahayati di Kabupaten Bulungan terus berjalan sebagai bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan pembangunan hijau. Namun, keberhasilan kawasan konservasi tersebut tidak cukup diukur dari megahnya infrastruktur atau banyaknya seremoni penanaman pohon, melainkan dari konsistensi menjaga ekosistem dan keterlibatan masyarakat hingga ke tingkat desa.

Berada di Jalan Sengkawit, pusat ibu kota Provinsi Kalimantan Utara, Kebun Raya Bundahayati kini diproyeksikan menjadi lebih dari sekadar ruang terbuka hijau. Kawasan ini diharapkan menjadi pusat konservasi, edukasi, penelitian, sekaligus destinasi wisata berbasis lingkungan yang memberi manfaat jangka panjang.

Bupati Bulungan, Syarwani, menegaskan bahwa pembangunan hijau harus dimulai dari langkah-langkah nyata menjaga kelestarian alam.

“Menanam pohon adalah awal, tetapi merawat dan memastikan pohon itu tumbuh adalah komitmen sesungguhnya. Pembangunan hijau hanya akan berhasil jika dilakukan secara berkelanjutan,” ujar Syarwani, Kamis (23/7).

Komitmen tersebut ditunjukkan melalui aksi penanaman pohon yang melibatkan 74 kepala desa se-Kabupaten Bulungan di kawasan Hutan Kota Bundahayati.menurut dia hal tersebut menjadi simbol bahwa pelestarian lingkungan bukan semata tugas pemerintah kabupaten, tetapi juga menjadi tanggung jawab pemerintah desa bersama masyarakat.

Lebih lanjut Syarwani menambahkan bahwa, keterlibatan seluruh kepala desa diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa keberhasilan pembangunan hijau sangat bergantung pada peran aktif masyarakat di akar rumput.

“Kebun Raya Bundahayati bukan hanya milik pemerintah daerah. Ini adalah milik seluruh masyarakat Bulungan. Adanya 74 kepala desa menjadi bukti bahwa setiap desa memiliki tanggung jawab yang sama untuk menjaga dan melestarikannya,” katanya.

Tanam pohon kemarin sambung dia ada berbagai jenis tanaman buah dan tanaman endemik Bulungan ditanam, termasuk buah lepiu yang dikenal sebagai salah satu identitas hayati daerah sekaligus ikon Kebun Raya Bundahayati.

Meski demikian, tantangan ke depan tidak berhenti pada penanaman pohon. Perawatan tanaman, perlindungan kawasan dari alih fungsi lahan, hingga edukasi lingkungan kepada masyarakat menjadi pekerjaan besar yang menentukan keberhasilan program pembangunan hijau.

Syarwani menilai, Kebun Raya Bundahayati harus menjadi contoh bagi desa-desa di Bulungan dalam mengembangkan kawasan hijau yang dikelola secara bersama dan berkelanjutan.

“Warisan lingkungan tidak cukup diwariskan lewat cerita, tetapi melalui tindakan nyata. Jika semua pihak menjaga kawasan ini bersama-sama, maka manfaatnya akan dirasakan hingga generasi mendatang,” tutupnya. (Rdi

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan