Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Zona.my.id PT Zona Nyaman Indonesia
Get
Example floating
Example floating
KaltaraKesehatan

Dinkes Bulungan Cegah Meluasnya KLB Campak di Desa Apung, Pengobatan Pasien TBC Terus Dipantau hingga Tuntas

ZonaTV
22
×

Dinkes Bulungan Cegah Meluasnya KLB Campak di Desa Apung, Pengobatan Pasien TBC Terus Dipantau hingga Tuntas

Sebarkan artikel ini
1b474e28 f828 40f4 a5aa b7b4fe8068d4
Foto: Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bulungan, Imam Sujono.(Rdi)

TANJUNG SELOR – Gerak cepat Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bulungan berhasil mengendalikan dugaan Kejadian Luar Biasa (KLB) suspek campak di kawasan Logpond, Desa Apung, Kecamatan Tanjung Selor. Meski penyebaran campak telah terkendali, upaya penanganan tuberkulosis (TBC) masih terus diperkuat melalui skrining, pengobatan, dan pendekatan persuasif kepada masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bulungan, Imam Sujono, mengungkapkan laporan awal diterima pada 4 Juni 2026 setelah sejumlah warga komunitas Punan mengalami batuk disertai demam. Menyikapi kondisi tersebut, Tim Gerak Cepat (TGC) langsung diterjunkan ke lokasi sehari kemudian untuk melakukan penyelidikan epidemiologi (PE) sekaligus pemeriksaan kesehatan.

“Begitu menerima laporan, keesokan harinya tim langsung turun ke lapangan melakukan penyelidikan epidemiologi dan pemeriksaan kesehatan terhadap warga di lokasi,” ujar Imam, Senin (29/6).

Penanganan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan Dinkes Bulungan, Puskesmas Bumi Rahayu, Pemerintah Desa Apung, serta Community Development (Comdev) PT Pesona Khatulistiwa Nusantara (PKN).

Pada 5 Juni 2026, tim melakukan skrining terhadap 25 warga komunitas Punan. Dari jumlah tersebut, 13 orang menjalani pemeriksaan dahak di Puskesmas Bumi Rahayu, sementara enam lainnya dirujuk ke Rumah Sakit Daerah dr. Soemarno Sosroatmodjo (RSDSS) Tanjung Selor. Hasil pemeriksaan menunjukkan tiga pasien diduga menderita TBC, sedangkan tiga lainnya merupakan suspek campak.

Berdasarkan hasil penyelidikan epidemiologi, Dinkes menetapkan telah terjadi dugaan KLB suspek campak di kawasan Logpond sehingga diperlukan langkah penanganan secara cepat, terukur, dan terkoordinasi.

Sebagai tindak lanjut, Dinkes memberikan pengobatan kepada pasien, melaporkan kasus secara berjenjang, serta mengintensifkan edukasi mengenai pencegahan dan penanganan campak maupun TBC. Sinergi lintas sektor juga diperkuat melalui mini lokakarya yang digelar pada 10 Juni 2026 di Balai Pertemuan Umum (BPU) Desa Bumi Rahayu.

Imam memastikan penyebaran campak kini telah berhasil dikendalikan. Namun, penanganan pasien TBC masih terus berlangsung karena membutuhkan terapi jangka panjang selama enam hingga sembilan bulan disertai pemantauan rutin.

“Untuk campak sudah selesai penanganannya. Sedangkan pasien TBC masih menjalani pengobatan yang bisa berlangsung enam sampai sembilan bulan, tergantung kondisi masing-masing. Selama itu juga akan terus dipantau agar rutin mengonsumsi obat,” jelasnya.

Komitmen penanganan kembali diperkuat melalui rapat koordinasi pada 12 Juni 2026 di Kantor Desa Apung. Pertemuan tersebut dihadiri Dinkes Bulungan, Camat Tanjung Selor, unsur TNI-Polri, Puskesmas Bumi Rahayu, Comdev PT PKN, pemerintah desa, serta tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, dan tokoh pemuda.

Rapat menghasilkan kesepakatan untuk mempercepat skrining TBC dan campak sekaligus memperkuat pendekatan persuasif agar warga bersedia menjalani pemeriksaan maupun pengobatan.

Pendekatan tersebut membuahkan hasil. Hingga 15 Juni 2026, sebanyak 14 warga akhirnya bersedia dirujuk ke RSDSS Tanjung Selor setelah sebelumnya sebagian besar menolak menjalani perawatan.

“Dari hasil pendekatan yang dilakukan, hingga 15 Juni sebanyak 14 orang akhirnya bersedia dirujuk ke RSDSS Tanjung Selor. Sebelumnya sebagian besar dari mereka menolak dirujuk,” ungkap Imam.

Dari 14 warga yang dirujuk, 11 orang telah diperbolehkan pulang, dua orang masih menjalani perawatan intensif, sementara satu orang dinyatakan meninggal dunia.

Hingga saat ini, Dinkes Kabupaten Bulungan bersama seluruh pihak terkait terus melakukan pendekatan kepada warga komunitas Punan yang belum menjalani pemeriksaan kesehatan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh warga memperoleh layanan kesehatan sekaligus mencegah penyebaran penyakit yang lebih luas.

Gerak cepat, kolaborasi lintas sektor, dan pendekatan humanis menjadi kunci dalam pengendalian kasus di Logpond. Dinkes Bulungan pun menegaskan komitmennya untuk terus memantau perkembangan pasien TBC hingga seluruh rangkaian pengobatan selesai.(Rdi)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan