Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Zona.my.id PT Zona Nyaman Indonesia
Get
Example floating
Example floating
Pemkab Berau

Insiden Kapal Wisata di Channel Tornado Barracuda Jadi Sorotan, Bupati: Jika Ada Kerusakan Harus Ada Konsekuensi Hukum

ZonaTV
8
×

Insiden Kapal Wisata di Channel Tornado Barracuda Jadi Sorotan, Bupati: Jika Ada Kerusakan Harus Ada Konsekuensi Hukum

Sebarkan artikel ini
e51972dc surga bawah laut di pulau maratua kabupaten berau foto in f0up
Foto: Terumbu karang area maratua ( IST)

BERAU – Insiden kandasnya kapal wisata jenis Live on Board (LOB) yang diduga menyebabkan kerusakan terumbu karang di perairan Pulau Maratua beberapa hari lalu mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Berau. Peristiwa tersebut terjadi di kawasan Channel Tornado Barracuda, salah satu spot penyelaman unggulan yang menjadi daya tarik utama wisata bahari Berau.

Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menyampaikan keprihatinannya atas kejadian tersebut dan meminta agar dilakukan investigasi menyeluruh oleh instansi berwenang guna memastikan tingkat kerusakan yang terjadi pada ekosistem bawah laut.

Menurutnya, seluruh pihak terkait harus dilibatkan dalam proses penyelidikan, termasuk untuk mengkaji dampak lingkungan yang ditimbulkan serta menentukan bentuk pertanggungjawaban dari operator kapal wisata yang terlibat.

“Kami sangat menyayangkan kejadian ini. Saya meminta dilakukan investigasi dengan melibatkan seluruh pihak terkait. Jika terbukti terjadi kerusakan terumbu karang, maka harus ada sanksi yang diberikan, baik berupa denda maupun langkah hukum sesuai ketentuan yang berlaku,” tegas Sri Juniarsih.

Ia menilai, masuknya kapal-kapal wisata yang membawa wisatawan ke Berau menunjukkan tingginya daya tarik destinasi wisata bahari di Kepulauan Derawan dan Maratua. Namun, aktivitas wisata tersebut harus diimbangi dengan kepatuhan terhadap standar keselamatan pelayaran serta komitmen menjaga kelestarian lingkungan.

“Berau mengedepankan konsep wisata konservasi. Karena itu, setiap aktivitas pariwisata harus tetap mengutamakan perlindungan lingkungan dan memastikan ekosistem laut tetap terjaga,” ujarnya.

Bupati juga menekankan pentingnya kepatuhan terhadap jalur pelayaran yang telah ditetapkan guna menghindari risiko kecelakaan maupun kerusakan kawasan konservasi laut.

Selain itu, Sri Juniarsih meminta seluruh operator kapal wisata yang beroperasi atau berlabuh di wilayah perairan Berau untuk menjalin koordinasi dengan pemerintah daerah dan melibatkan pemandu lokal dalam setiap aktivitas wisata.

Menurutnya, keberadaan pemandu lokal sangat penting karena mereka memiliki pengetahuan yang lebih baik mengenai karakteristik perairan, kondisi terumbu karang, serta kawasan-kawasan yang perlu mendapatkan perlindungan khusus.

“Pemandu lokal memahami wilayahnya dengan baik. Keterlibatan mereka penting agar aktivitas wisata dapat berjalan aman sekaligus menjaga kelestarian ekosistem yang menjadi aset utama pariwisata Berau,” pungkasnya. (ADV)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan