BERAU – Ditengah efisiensi, sektor pariwisata dianggap sebagai salah sektor yang menghabiskan Anggaran Daerah.
Dari Anggapan tersebut Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau menegaskan bahwa sektor pariwisata tetap membutuhkan dukungan pendanaan.
Dilansir Pada Berau Post total anggaran yang dialokasikan untuk Disbudpar Berau tahun 2026 mencapai Rp 44.876.163.430,50 yang diungkapkan langsung oleh Sekretaris Disbudpar Berau, Samsiah Nawir.
Kepala Disbudpar Berau, Yudha Budi Santosa, menanggapi anggapan yang berkembang bahwa pariwisata menjadi sektor yang menghabiskan anggaran daerah. Menurutnya, alokasi dana yang diterima Disbudpar masih proporsional dan merupakan konsekuensi dari kebijakan pemerintah daerah yang sejak awal menetapkan pariwisata sebagai sektor unggulan. Karena itu, pengembangan destinasi dan program pariwisata dinilai tidak bisa dilepaskan dari dukungan pembiayaan.
“Pemerintah kabupaten sudah berkomitmen menjadikan pariwisata sebagai salah satu sektor unggulan. Jadi konsekuensinya tentu harus ada pembiayaan atau pendanaan. Apa yang tercantum dalam anggaran kami tahun 2026 ini saya kira masih proporsional dan sesuai kebutuhan,” ungkapnya, Jumat (12/06/2026).
Meski demikian, pernyataan tersebut kembali memunculkan pertanyaan mengenai sejauh mana efektivitas penggunaan anggaran pariwisata selama ini. Di tengah berbagai persoalan yang masih ditemukan di sejumlah destinasi, mulai dari infrastruktur pendukung hingga pengelolaan kawasan wisata.
Yudha mengakui sektor pariwisata juga terkena dampak efisiensi anggaran sebagaimana organisasi perangkat daerah lainnya. Namun, menurutnya pengurangan anggaran tidak mengubah fokus pemerintah dalam mengembangkan sektor yang selama ini digadang-gadang menjadi salah satu motor penggerak ekonomi Berau. Pernyataan itu sekaligus menegaskan bahwa di tengah pengetatan belanja daerah, pariwisata tetap menjadi sektor yang dipertahankan untuk mendapatkan dukungan anggaran.










