TANJUNG REDEB – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan bahwa puncak Gerhana Bulan Total (GBT) yang dapat diamati di Indonesia akan terjadi pada Selasa, 3 Maret 2026 petang. Fenomena astronomi ini diperkirakan dapat terlihat jelas dari berbagai wilayah, termasuk Kabupaten Berau, selama kondisi cuaca mendukung.
Gerhana Bulan Total terjadi ketika Matahari, Bumi, dan Bulan berada dalam satu garis lurus, sehingga Bulan sepenuhnya masuk ke dalam bayangan inti (umbra) Bumi. Pada fase puncaknya, Bulan akan tampak berwarna merah tembaga atau yang populer disebut Blood Moon. Warna kemerahan tersebut muncul akibat pembiasan dan hamburan cahaya Matahari oleh atmosfer Bumi yang kemudian jatuh ke permukaan Bulan.
Koordinator BMKG Berau, Ade Heryadi, menjelaskan bahwa di wilayah Berau, fase gerhana total akan dimulai pada pukul 19.03.56 Wita, dengan posisi azimut Bulan 83,8 derajat dan ketinggian (altitude) 10,2 derajat di atas horizon.
Fase puncak gerhana total diperkirakan terjadi pada pukul 19.33.39 Wita, dengan azimut 84,0 derajat dan ketinggian Bulan mencapai 17,4 derajat. Sementara itu, fase total akan berakhir pada pukul 20.03.23 Wita, dengan azimut 84,1 derajat dan ketinggian 24,6 derajat. Secara keseluruhan, durasi gerhana bulan total di Berau berlangsung sekitar satu jam.
Ade menambahkan, meskipun tidak ada agenda pengamatan khusus yang digelar secara resmi, masyarakat tetap dapat menyaksikan fenomena tersebut secara langsung apabila cuaca cerah.
Untuk dapat menikmati feniomena ini disarankan agar memilih lokasi pengamatan yang terbuka dan minim polusi cahaya agar gerhana dapat terlihat lebih jelas. Fenomena ini menjadi salah satu peristiwa langit yang menarik untuk diamati karena tidak terjadi setiap bulan dan dapat disaksikan dengan mata telanjang tanpa alat bantu khusus. (F*)












