Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Zona.my.id PT Zona Nyaman Indonesia
Get
Example floating
Example floating
DISKOMINFO BERAU

Kampung Merasa, Wisata Ekologi yang Dirawat Warga hingga Disorot Turis Mancanegara

ZonaTV
37
×

Kampung Merasa, Wisata Ekologi yang Dirawat Warga hingga Disorot Turis Mancanegara

Sebarkan artikel ini
f7ced456 img 20250705 wa0021

TANJUNG REDEB – Di tengah bentang alam Kelay yang hijau dan sunyi, Kampung Merasa di Kabupaten Berau menata diri menjadi ruang wisata berbasis ekologi yang digerakkan langsung oleh warganya. Sejak ditetapkan sebagai desa wisata pada 2018, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Bangen Tawai menjadikan kampung ini contoh bagaimana konservasi dan pemberdayaan berjalan beriringan.

Daya tarik utama yang membuat wisatawan mancanegara berdatangan adalah pengalaman menyusuri habitat orangutan di Pulau Orangutan, sebuah kawasan konservasi yang dapat diakses wisatawan pada dua waktu utama: pagi pukul 08.00 dan sore pukul 16.00. Di sela kabut sungai yang tipis, pengunjung dapat menyaksikan langsung aktivitas harian primata endemik Kalimantan itu.

“Paket wisatanya cukup lengkap. Setelah dari Pulau Orangutan, wisatawan juga diajak menyusuri Sungai Kelay dan menikmati panorama batu karst yang menjulang,” ujar Sekretaris Pokdarwis Bangen Tawai, Bawasti, ditemui saat kegiatan promosi wisata lokal. Satu paket perjalanan itu dipatok Rp700 ribu untuk empat orang.

Namun Merasa tidak berhenti pada pesona alam semata. Warga kampung juga mengembangkan wisata edukasi berbasis kakao. Lewat kolaborasi Pokdarwis dan petani setempat, pengunjung diajak mencicipi sekaligus melihat langsung proses pengolahan cokelat khas Merasa—dari kebun hingga menjadi produk siap santap.

“Kami mempromosikan olahan cokelat lokal agar wisatawan tidak hanya menikmati alam, tapi juga merasakan kekayaan rasa dari kampung ini,” kata Bawasti.

Mayoritas wisatawan yang singgah di Merasa adalah pelancong luar negeri yang tertarik pada ekowisata dan pelestarian satwa liar. Arus kunjungan ini menjadi semangat bagi warga untuk menjaga lanskap Merasa tetap lestari. Pendampingan dari sejumlah NGO memperkuat upaya konservasi yang dilakukan masyarakat.

“Komitmen kami jelas: menjaga ekowisata bersama semua pihak yang mendukung. Kalau alam dijaga, manfaatnya kembali ke masyarakat,” ujarnya.

Dengan keterlibatan aktif warga, Kampung Merasa tumbuh menjadi contoh desa wisata yang memadukan konservasi, kearifan lokal, dan ekonomi berkelanjutan. Sebuah model yang menunjukkan bahwa pariwisata tidak harus merusak, tetapi justru bisa menjadi alat menjaga masa depan alam.

(ADV)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan