Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Zona.my.id PT Zona Nyaman Indonesia
Get
Example floating
Example floating
DISKOMINFO BERAU

Semangat Bangun Wisata Pedalaman, Disbudpar Berau Perkuat Pendampingan Kampung

ZonaTV
28
×

Semangat Bangun Wisata Pedalaman, Disbudpar Berau Perkuat Pendampingan Kampung

Sebarkan artikel ini
75fb615a 8529 41b0 9243 b036bb3fb943

BERAU – Pembangunan sektor pariwisata tidak hanya berlangsung di wilayah pesisir dan pusat kota. Di sejumlah kampung pedalaman, geliat pengembangan destinasi berbasis budaya dan alam mulai terasa. Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) memastikan komitmen penuh untuk mendukung langkah tersebut.

Kabid Pengembangan Destinasi Wisata Disbudpar Berau, Samsiah Nawir, mengatakan bahwa beberapa kampung di wilayah hulu kini menunjukkan inisiatif yang kuat untuk mengangkat potensi lokalnya. Menurutnya, energi semangat dari masyarakat menjadi alasan utama Disbudpar terus memberikan pendampingan.

“Banyak kampung di pedalaman yang mulai bergerak. Meskipun aksesnya masih terbatas, mereka punya kemauan untuk maju. Itu yang terus kami dukung,” ujarnya.

Samsiah menilai, tumbuhnya kesadaran masyarakat terhadap nilai budaya dan potensi alam menjadi modal besar dalam membangun destinasi yang berkelanjutan. Ia mencontohkan Kampung Tumbit Dayak yang tahun ini kembali mencuri perhatian setelah menggelar agenda budaya tahunan Bekudung Betiung.

Acara tersebut tidak hanya ramai dikunjungi warga lokal, tetapi juga wisatawan dari Samarinda hingga Kutai Timur. Antusiasme itu mendorong kampung mengajukan restrukturisasi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) sebagai upaya memperkuat kelembagaan.

“Ketika event budaya bisa menarik tamu dari luar daerah, itu menunjukkan potensi pedalaman sangat besar. Tinggal bagaimana pendampingan kita lakukan agar pengelolaannya terus meningkat,” katanya.

Selain Tumbit Dayak, Disbudpar juga menyoroti perkembangan positif di Kampung Merabu, Kecamatan Kelay. Tahun ini, kampung tersebut mendapat dukungan dari Bank Indonesia berupa peningkatan fasilitas penunjang, termasuk renovasi gerbang wisata, pemasangan Starlink untuk memperkuat jaringan internet, hingga penyediaan laptop untuk operasional pengelola.

“Kolaborasi seperti ini sangat penting. Kami juga terus menambah amenitas yang masih diperlukan, supaya wisatawan bisa berkunjung dengan nyaman,” jelasnya.

Sementara itu, Kampung Merasa yang sejak lama bekerja sama dengan lembaga konservasi Centre for Orangutan Protection (COP) juga menunjukkan kemajuan pesat. Destinasi edukasi Long Sam bahkan menjadi tujuan favorit wisatawan mancanegara yang ingin melihat langsung pengelolaan konservasi dan ekowisata.

Namun, dukungan Disbudpar tidak berhenti di kampung-kampung besar. Daerah lain seperti Tumbit Melayu, Panaan, dan Merapun turut dibina karena menunjukkan komitmen yang sama dalam mengembangkan pariwisata lokal.

Menurut Samsiah, keberhasilan pembangunan destinasi pedalaman sangat ditentukan oleh partisipasi masyarakat, akses informasi, dan ketersediaan fasilitas dasar. Pemerintah daerah berupaya memastikan tiga aspek tersebut dapat terpenuhi melalui program pendampingan berkelanjutan.

“Kami ingin kampung-kampung ini punya fondasi yang kuat. Bukan hanya menggali potensi, tetapi benar-benar siap menyambut wisatawan,” tegasnya.

Dengan dukungan lintas lembaga dan semangat masyarakat, Disbudpar optimistis kawasan pedalaman akan menjadi warna baru dalam peta pariwisata Berau—sekaligus memperluas manfaat ekonomi bagi warga di hulu. (ADV)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan