BERAU — Pemerintah Kabupaten Berau terus mempersiapkan arah pengembangan pusat kreativitas daerah yang rencananya akan dibangun di kawasan Raja Alam 2. Fasilitas yang selama ini disebut sebagai calon Berau Creative Hub atau Gedung Kesenian tersebut masuk dalam program prioritas daerah, namun tahapan perencanaan teknisnya masih harus diselesaikan sebelum pembangunan dimulai.
Upaya menghadirkan ruang publik yang dapat menampung kegiatan seni, budaya, hingga ekonomi kreatif menjadi perhatian Pemkab Berau sejak beberapa tahun terakhir. Selain sebagai tempat pertunjukan, fasilitas ini digagas agar dapat menjadi pusat aktivitas masyarakat, termasuk ruang inklusif yang ramah bagi penyandang disabilitas.
Pejabat Fungsional Tata Bangunan dan Perumahan Ahli Muda Dinas PUPR Berau selaku PPK P3BJK, Diah, menjelaskan bahwa dokumen perencanaan saat ini baru berada pada tahap masterplan kawasan. Kajian tersebut mencakup penataan beberapa bangunan, seperti gedung expo, pusat UMKM, Mal Pelayanan Publik, serta gedung seni.
“Masterplan kawasan sudah tersusun. Namun untuk desain rinci seperti Detail Engineering Design atau DED, belum ada. Penyusunannya akan menjadi dasar untuk menentukan konsep bangunan dan kebutuhan anggaran,” jelas Diah.
Ia menerangkan, konsep pemanfaatan gedung seni juga masih fleksibel. Pemerintah belum memutuskan apakah fasilitas tersebut akan difungsikan sebagai Creative Hub yang lebih luas atau tetap menjadi gedung kesenian dengan fungsi pertunjukan. Keputusan baru akan ditetapkan setelah rancangan teknis rampung.
“Semua kemungkinan masih terbuka. Arahnya akan terlihat lebih jelas setelah DED selesai,” tambahnya.
Tanpa dokumen teknis, proses penganggaran maupun penyusunan jadwal pembangunan belum dapat dimulai. Karena itu, realisasi fisik masih harus menunggu tahap perencanaan tuntas agar pembangunan berjalan tepat sasaran dan sesuai kebutuhan masyarakat.
Di tengah meningkatnya minat warga terhadap ruang publik yang mendorong kreativitas dan kolaborasi, pemerintah menegaskan komitmennya untuk memastikan pembangunan dilakukan secara terukur dan terarah. Penyusunan desain yang matang menjadi langkah penting agar fasilitas tersebut benar-benar menjawab kebutuhan seni, budaya, dan industri kreatif Berau. (adv)












