Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Zona.my.id PT Zona Nyaman Indonesia
Get
Example floating
Example floating
DISKOMINFO BERAU

Disbun Targetkan Perluasan 100 Hektare, Kakao Berau Kian Dilirik Pasar Dunia

ZonaTV
28
×

Disbun Targetkan Perluasan 100 Hektare, Kakao Berau Kian Dilirik Pasar Dunia

Sebarkan artikel ini
56093d9b ed3f 4950 9413 e12336eab7fc

TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten Berau terus memperkuat langkah strategis untuk menjadikan kakao sebagai komoditas unggulan daerah. Melalui Dinas Perkebunan (Disbun), pemerintah menargetkan perluasan lahan kakao hingga 100 hektare setiap tahun guna menjawab meningkatnya permintaan pasar internasional.

Kepala Disbun Berau, Lita Handini, mengatakan bahwa pengembangan kakao tidak hanya dilakukan lewat penambahan areal tanam, tetapi juga melalui peningkatan mutu dan pendampingan intensif kepada petani.
“Perluasan ini kita arahkan kepada petani yang berkomitmen dan memiliki lahan bebas banjir. Selain itu, kami tetap memberikan pendampingan melalui bantuan alat fermentasi, pupuk, dan pelatihan SDM,” ujarnya.

Saat ini, luas kebun kakao di Berau mencapai 1.037 hektare dengan produksi sekitar 800 ton per tahun. Hampir setengahnya berada di Kecamatan Sambaliung, sementara sisanya tersebar di Kelay, Segah, Long Lanuk, Merasa, dan Birang. Meski belum besar, kualitas kakao Berau terbukti konsisten hingga mampu menarik minat pasar global.

Salah satu capaian terbesar adalah terjalinnya kerja sama dengan perusahaan cokelat premium asal Prancis, Valrhona, yang menilai kakao Berau memenuhi standar budidaya berkelanjutan. Perusahaan tersebut meninjau langsung kebun petani hingga memastikan tidak ada praktik yang berkaitan dengan deforestasi.
“Mereka ingin memastikan budidayanya baik, ramah lingkungan, dan minim bahan kimia,” tambah Lita.

Selain pemeriksaan lapangan, sampel kakao Berau juga diuji di Singapura untuk memastikan bebas logam berat. Setelah dinyatakan aman, kerja sama ekspor dijalankan melalui perusahaan lokal PT KASS.

Lita menyebut bahwa sebagian petani masih menjual biji kakao basah, sehingga Disbun terus mendorong peningkatan kapasitas fermentasi karena nilai jualnya jauh lebih tinggi.
“Kami sudah bantu alat fermentasi dan tempat penjemuran. Kalau petani bisa fermentasi sendiri, pendapatan mereka otomatis meningkat,” jelasnya.

Kakao Berau sebelumnya telah mencatat prestasi nasional, mulai dari juara lomba biji kakao fermentasi tingkat nasional pada 2023 hingga masuk sembilan besar kandidat Cocoa of Excellence di Italia pada 2024.

Meski demikian, tantangan tetap ada. Harga kakao yang berfluktuasi membuat sebagian petani mulai beralih ke komoditas lain. Karena itu, Disbun ingin memastikan keberhasilan ekspor menjadi momentum yang membangun motivasi.
“Ekspor itu harus kita tampilkan supaya petani bangga. Biar mereka tahu bahwa hasil kerja kerasnya sampai ke luar negeri,” ungkap Lita.

Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menyambut baik tumbuhnya minat dunia terhadap kakao Berau. Ia menegaskan bahwa pemerintah akan terus memperkuat pengawasan mutu dan memaksimalkan lahan tidur agar produksi kakao semakin kompetitif.
“Mereka tertarik karena melihat potensi dan orisinalitas kakao Berau. Ini peluang besar untuk daerah,” katanya.

Melalui perluasan lahan terencana, pendampingan berkelanjutan, serta kerja sama dengan industri global, kakao Berau kini semakin menunjukkan posisinya sebagai komoditas yang siap bersaing di pasar dunia. (adv)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan