TANJUNG REDEB – Upaya Pemerintah Kabupaten Berau meningkatkan disiplin aparatur makin terasa sejak penerapan absensi digital berbasis perangkat gawai. Sistem baru yang mulai diberlakukan awal 2024 ini dinilai lebih praktis dibandingkan metode fingerprint yang selama ini digunakan.
Inovasi tersebut dikembangkan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Berau sebagai bagian dari digitalisasi manajemen kepegawaian. Melalui metode baru ini, pegawai hanya perlu mengakses jaringan internet untuk mencatat kehadiran mereka setiap hari.
Kepala Diskominfo Berau, Didi Rahmadi, menjelaskan bahwa sebelum sistem diterapkan, Diskominfo telah memberikan pelatihan kepada petugas sekretariat di masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar proses penggunaan berjalan lancar.
“Tidak perlu lagi mesin absensi khusus. Cukup pakai perangkat masing-masing. Selain mengurangi biaya, pengawasannya juga jauh lebih mudah,” terangnya.
Melalui platform ipresensi.beraukab.go.id, pegawai dapat masuk ke akun masing-masing dan melakukan presensi secara daring. Sistem ini terintegrasi dengan Google Maps sehingga posisi pengguna dapat diverifikasi sesuai radius lokasi yang ditentukan oleh OPD. Pegawai juga harus mengunggah swafoto sebagai bukti hadir di lokasi yang benar.
Seluruh data masuk tersimpan otomatis dan dapat dipantau langsung oleh pimpinan maupun admin OPD.
“Semua tercatat secara real time. Setiap perubahan bisa terlihat langsung dalam sistem,” kata Didi.
Hingga kini, sebanyak 57 OPD telah menerapkan absensi digital tersebut. Input data pegawai dilakukan oleh masing-masing instansi agar presensi dapat berjalan sesuai standar.
Namun, Diskominfo tetap memberi fleksibilitas untuk wilayah yang belum mendapat akses internet stabil. Daerah yang masih blankspot, terutama di beberapa kampung dan kecamatan, dapat tetap menggunakan metode manual sambil menunggu kesiapan jaringan.
“Kami terapkan fleksibel dulu, yang penting pelayanan berjalan. Tapi kami optimistis sistem ini akan merata di seluruh kecamatan dan kelurahan,” ujarnya.
Inovasi absensi digital ini diharapkan mampu memperkuat budaya disiplin ASN sekaligus mendukung efisiensi anggaran di lingkungan Pemkab Berau.(ADV/SC)












