Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Zona.my.id PT Zona Nyaman Indonesia
Get
Example floating
Example floating
DISKOMINFO BERAU

Laut sebagai Pilar Ekonomi: Manuver Pemkab Berau Menata Sektor Perikanan

ZonaTV
35
×

Laut sebagai Pilar Ekonomi: Manuver Pemkab Berau Menata Sektor Perikanan

Sebarkan artikel ini
e119b5db 04f5 480f 9171 e243d571885f

BERAU – Pemerintah Kabupaten Berau mulai menata ulang strategi pembangunan ekonomi dengan menjadikan sektor perikanan sebagai tumpuan baru. Wakil Bupati Berau, Gamalis, menyebut potensi laut Berau terlalu besar untuk terus dibiarkan berjalan tanpa arah yang jelas.

Di hadapan para pemangku kepentingan sektor kelautan, Gamalis menegaskan bahwa kekayaan wilayah pesisir Berau—dari Derawan, Maratua, hingga Biduk-Biduk—belum sepenuhnya diolah menjadi kekuatan ekonomi yang berkelanjutan.

Perikanan adalah masa depan Berau. Kita punya laut yang luas dan kaya, tapi kalau tidak dikelola bijak, semua itu bisa hilang,” ujar Gamalis, menekankan risiko kerusakan ekosistem jika praktik penangkapan tidak berubah.

Nelayan Kecil di Tengah Keterbatasan

Data Dinas Perikanan menunjukkan lebih dari 1.200 nelayan aktif menggantungkan hidup pada laut Berau. Namun sebagian besar masih mengandalkan perahu kecil dan alat tangkap tradisional. Ketiadaan fasilitas modern, seperti gudang pendingin dan pusat pengolahan, membuat hasil tangkapan mereka cenderung berhenti di pasar lokal.

Situasi ini diperparah oleh tingginya biaya operasional. “Banyak nelayan kesulitan menjual hasil ke luar Berau. Harga naik, tapi pendapatan tetap,” kata Gamalis.

Bayang-Bayang Penangkapan Ilegal

Di sela upaya memperkuat posisi perikanan, Pemkab Berau juga masih menghadapi praktik illegal fishing. Penggunaan bom dan racun tercatat masih terjadi di beberapa titik perairan. Kerusakan terumbu karang menjadi kekhawatiran utama karena berdampak langsung pada populasi ikan.

Pengawasan kini diperketat, tetapi Gamalis menilai akar persoalan ada pada kesadaran masyarakat.
Menjaga laut berarti menjaga masa depan mereka sendiri,” tegasnya.

Opsi Nilai Tambah dan Ekowisata Bahari

Pemkab menyiapkan rencana pengembangan industri pengolahan hasil laut sebagai langkah strategis. Produk fillet, olahan ikan kemasan, hingga diversifikasi komoditas laut dianggap dapat meningkatkan daya tawar nelayan.

Selain itu, pemerintah daerah melihat ruang besar dalam pengembangan ekowisata bahari berbasis kearifan lokal. Keindahan pesisir Berau menjadi modal alami yang jika dikelola serius, mampu membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat setempat.

Budaya bahari kita punya daya tarik besar. Kalau dikemas baik, ia menjadi kekuatan ekonomi sekaligus memperkuat kesadaran menjaga laut,” kata Gamalis.

Membangun dengan Kolaborasi

Pemkab Berau menilai transformasi sektor perikanan tidak mungkin berjalan secara sektoral. Keterlibatan akademisi, pelaku usaha, hingga komunitas lokal menjadi kunci agar kebijakan tidak berhenti di atas kertas.

Laut adalah kehidupan. Kalau kita jaga bersama, manfaatnya akan kembali untuk anak cucu kita,” kata Gamalis menutup pernyataannya. (Adv/Zenn)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan