Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Zona.my.id PT Zona Nyaman Indonesia
Get
Example floating
Example floating
BeritaBerau

Tiga Solusi Akan Ditempuh Pertamina Urai Antrean BBM Subsidi

Avatar of Redaksi
ZonaTV
152
×

Tiga Solusi Akan Ditempuh Pertamina Urai Antrean BBM Subsidi

Sebarkan artikel ini
19df36ef picsart 23 09 28 20 35 14 198 11zon
Example 468x60

Tanjung Redeb – Antrean panjang pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) Bersubsidi jenis pertalite masih terjadi pada hampir semua SPBU di Berau. Pihak pertamina juga sudah membantah bahwa hal itu bukan semata terjadi karena kelangkaan BBM tersebut.

Antrean panjang itu terjadi karena konsumen lebih memilih menggunakan BBM subsidi daripada BBM non subsidi. Pilihan yang lebih banyak jatuh ke pertalite itu, misalnya, menyebabkan pertamax kurang diminati. Hal itu turut memicu terjadinya antrean tersebut.

Sales Branch Manager Jobber Berau Patraniaga Kalimantan, Gatot Subroto menjelaskan memang diperlukan solusi untuk mengurai antrean itu. Sebab, bila dikeluhkan BBM langka, hal itu tidak benar terjadi. Sebab secara faktual, ketersediaan BBM subsidi jenis pertalite itu hampir ada setiap hari.

“Pertalite itu masih tersedia dan setiap hari ada. Cuma kita berikan pilihan lain pertamax yang tidak antre. Jadi pilihan masyarakat apakah pertalite atau pertamax,” jelasnya.

Menurutnya, bukan hanya sukar mengurai antrean, pilihan masyarakat juga sukar dikondisikan. Sebab, masyarakat telah beranggapan bahwa BBM subsidi lebih murah daripada non subsidi.

Namun, jika dibuat perbandingan, kualitas pertamax sebenarnya tidak bisa diragukan. Apalagi ketersedian pertamax selalu mencukupi.

“Itu pilihan. Pertamax kan non subsidi. Jadi, harganya salah satunya mengikuti harga minyak dunia. Kualitasnya juga lebih bagus dan lebih irit,” terangnya.

Terkait solusi untuk mengatasi antrean itu, tambah Gatot, pihaknya akan melakukan lebih kurang tiga hal. Tiga langka yang akan diambil itu yakni melakukan edukasi konsumen, menerapkan penggunaan QR seperti diterapkan untuk bahan bakar solar, serta melakukan koordinasi dengan pemda dan aparat penegak hukum.

“Koordinasi dengan pemda dan APH itu untuk juga menekan konsumen-konsumen yang tidak sesuai,” imbuhnya.

Walaupun tidak menjelaskan secara detail mekanisme berjalannya solusi itu, Gatot mengakui hal itu juga bisa membantu menekan jumlah pengetap BBM subsidi yang saat ini marak mengisi pertalite dan menjualnya kembali dengan harga yang begitu tinggi. (*/TNW/FST)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan