Tanjung Redeb – Keterbatasan fasilitas masih menjadi kendala utama pengembangan TPI Tanjung Batu, Plt. Kepala UPT TPI Sambaliung, Frederik Sibulo, mengungkapkan hingga kini TPI tersebut belum memiliki SPDN (Solar Packed Dealer Nelayan), pabrik es, maupun cold storage.
“Kendalanya sekarang kita tidak punya SPDN, tidak punya pabrik es, dan tidak punya cold storage. Jadi sementara kita maksimalkan sarana yang ada,” ujarnya.
“Kendalanya sekarang kita tidak punya SPDN, tidak punya pabrik es, dan tidak punya cold storage. Jadi sementara kita maksimalkan sarana yang ada,” ujarnya.
Frederik menjelaskan, pihaknya telah berupaya mengajukan permohonan pembangunan fasilitas melalui dana bantuan ke provinsi maupun kabupaten/kota. Namun, keterbatasan anggaran membuat rencana tersebut belum terealisasi.
Sebagai alternatif, UPT TPI Sambaliung mencoba menggandeng pihak swasta untuk membangun fasilitas penunjang, khususnya pabrik es. Skema yang ditawarkan berupa penyewaan lahan, sementara investasi alat dan mesin sepenuhnya dari pihak swasta.
“Kita cuma sewakan tempat, mesinnya dan alatnya dari mereka. Tapi sampai sekarang belum ada tanggapan,” jelasnya.
Upaya pencarian investor juga dilakukan melalui kerja sama dengan Bakti Praja. Namun hingga saat ini belum membuahkan hasil.
Dalam kesempatan itu, Frederik juga menegaskan bahwa fungsi TPI Tanjung Batu saat ini lebih sebagai Tempat Pendaratan Ikan, bukan pelelangan ikan, karena tidak ada aktivitas lelang.
“Kita hanya sebagai tempat pendaratan ikan, karena kita punya dermaga dan jembatan, tapi tidak ada kegiatan pelelangan,” tutupnya.












