Tanjung Redeb – Di tengah meningkatnya arus wisatawan yang memadati kawasan pesisir Biduk-Biduk, Kabupaten Berau, persoalan lama kembali mencuat ke permukaan: sampah yang menumpuk tanpa pengelolaan yang jelas dan terstruktur.
Keindahan alam yang selama ini menjadi magnet wisata, kini terancam oleh masalah klasik yang tak kunjung tuntas. Anggota Komisi I DPRD Berau, Thamrin, angkat bicara, mengingatkan bahwa pertumbuhan sektor pariwisata tidak boleh berjalan tanpa diimbangi kesiapan infrastruktur dasar.
“Lonjakan wisata memang kabar baik. Tapi jika dampaknya diabaikan, ini justru bisa menjadi bumerang,” tegasnya.
Menurut Thamrin, hingga saat ini pemerintah daerah belum menetapkan kepastian lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di wilayah Biduk-Biduk. Padahal, keberadaan fasilitas tersebut dinilai krusial untuk mengimbangi aktivitas wisata yang terus meningkat.
“Harus ada keputusan konkret. Apakah melanjutkan rencana yang ada atau mencari lokasi alternatif. Yang jelas, jangan sampai persoalan ini terus berlarut,” ujarnya.
Ia menilai, jika kondisi ini dibiarkan, bukan tidak mungkin citra pariwisata Berau akan mengalami penurunan. Kebersihan lingkungan, kata dia, menjadi faktor utama dalam menentukan kenyamanan dan kepuasan wisatawan.
“Orang datang ke sini untuk menikmati keindahan. Tapi kalau yang terlihat justru tumpukan sampah, itu bisa merusak segalanya,” tambahnya.
Lebih jauh, Thamrin menegaskan bahwa penanganan sampah tidak bisa dibebankan pada satu pihak saja. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku usaha wisata, serta masyarakat setempat untuk menciptakan sistem pengelolaan yang berkelanjutan.
“Ini tanggung jawab bersama. Pemerintah menyiapkan sistemnya, pelaku wisata dan masyarakat menjaga pelaksanaannya,” jelasnya.
Ia berharap, pemerintah daerah ke depan lebih serius dalam membenahi sektor pendukung pariwisata, agar pertumbuhan yang terjadi tidak hanya bersifat sesaat, tetapi mampu bertahan dalam jangka panjang.
“Kalau ingin pariwisata terus berkembang, persoalan mendasar seperti sampah harus diselesaikan. Jangan sampai ini menjadi bom waktu,” pungkasnya.













