BERAU – Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto, melontarkan kritik pedas terkait ketimpangan pembangunan infrastruktur yang terjadi di Kabupaten Berau.
Ia menyoroti adanya proyek jalan di kawasan perkampungan yang dinilai tidak tepat sasaran dan tidak menyentuh pemukiman warga secara langsung.
Dedy mengungkapkan kekecewaannya saat melihat proyek jalan di daerah “Gunung Tamu” yang menggunakan teknik cor beton (rigid), namun lokasinya justru berada di tengah-tengah, jauh dari konsentrasi penduduk.
“Maksud saya, utamakan dulu masyarakat di ujung sana supaya mereka bisa menikmati. Jangan dibangun di tengah-tengah saja, kasihan masyarakatnya,” ujar Dedy Senin (20/4/2026).
Politisi ini juga meminta Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk lebih rasional dalam memilih spesifikasi jalan di kampung-kampung.
Menurutnya, penggunaan rigid pavement (cor beton) di pelosok seringkali memakan anggaran besar namun hasilnya pendek, sehingga asas pemerataan tidak tercapai.
“Kalau memang butuhnya aspal, ya aspal saja, tidak usah dirigid. Itu membengkakkan anggaran kita. Dengan 10 miliar rupiah, kalau pakai aspal bisa panjang, tapi kalau rigid mungkin cuma dapat sekian meter,” tegasnya.
Ia mendesak agar pada tahun anggaran 2027, fokus pembangunan dialihkan sepenuhnya untuk memeratakan infrastruktur hingga ke tingkat kampung dan desa.













