Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Zona.my.id PT Zona Nyaman Indonesia
Get
Example floating
Example floating
BerauBerita

RSUD Talisayan Cuma Miliki Dua Dokter Spesialis, Harus Ada Beasiswa Pemkab

Avatar of Redaksi
ZonaTV
146
×

RSUD Talisayan Cuma Miliki Dua Dokter Spesialis, Harus Ada Beasiswa Pemkab

Sebarkan artikel ini
63e50807 picsart 23 11 28 18 16 25 283 11zon
Example 468x60

Tanjung Redeb – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Talisayan diketahui hanya memiliki dua dokter spesialis. Hal itu menyebabkan pelayanan kesehatan di RSUD tersebut belum berjalan maksimal.

Karena itu, sangat diperlukan beasiswa Pemerintah Kabupaten (Pemkab Berau). Beasiswa itu untuk menyekolahkan tenaga dokter spesialis demi pelayanan di RSUD tersebut.

Terkait hal itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Berau Halijah Yasin menjelaskan dua dokter spesialis yang ada di RSUD Talisayan tersebut yakni dokter spesialis untuk bedah dan obgyn. Sedangkan tenaga dokter spesialis lainnya belum ada.

“Cuma ada dua dokter spesialis di RSUD Talisayan yakni dokter spesialis bedah dan obgyn itu. Yang lain belum. Dan saat ini yang kita butuhkan juga di RSUD itu yakni dokter penyakit dalam dan dokter anak,” jelasnya.

Untuk mengatasi kekurangan dokter spesialis di RSUD Talisayan tersebut, lanjut Halijah memang dibutuhkan beasiswa dari Pemkab Berau. Apalagi selama ini, belum pernah ada beasiswa Pemkab Berau untuk membiayai sekolah tenaga dokter spesialis itu.

“Setahu saya, selama ini memang ada beasiswa bagi putra-putri Kabupaten Berau. Namun, itu hanya untuk dokter umum saja bukan spesialis. Sejauh ini untuk dokter spesialis belum pernah ada,” terangnya.

Diakuinya, beasiswa yang berjalan selama ini biasanya diberikan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Pemerintah Provinsi Kaltim. Sedangkan Pemkab Berau sendiri belum mengganggarkan beasiswa untuk putera-puteri Berau yang berprestasi dan kurang mampu.

“Sekarang ini yang ada hanya beasiswa Kemenkes dan beasiswa dari Kaltim Cemerlang dari Provinsi Kaltim,” tegasnya.

Berbeda dengan RSUD Talisayan, tambahnya, tenaga dokter spesialis yang dibutuhkan di RSUD Abdul Rivai kondisinya lebih baik. Kendati demikian tambahan tenaga dokter spesialis itu tetap diperlukan ke depannya.

“Dokter spesialis itu tentu sangat kita butuhkan. Mengingat ada pengembangan RSUD Abdul Rivai, kemudian ada pembangunan RS di Inhutani itu dan RSUD Talisayan yang membutuhkan dokter spesialis,” imbuhnya.

Direktur RSUD Abdul Rivai, Jusram melalui Kepala Tata Usaha (KTU), Sarengat menegaskan jika mengacu pada Permenkes Nomor 3 tahun 2020, kebutuhan dokter spesialis dasar yang dibutuhkan sudah terpenuhi. Namun, pada ketentuan ANJAB dan ABK masih kurang.

“Sesuai Permenkes yang terpenuhi itu seperti dokter spesialis obgyn, interna, anak dan bedah. Tapi di ANJAB dan ABK masih dibahasakan kurang karena beberapa spesialis seperti spesialis SPKFR dan Anak ikatan kerjanya masih kemitraan dan spesialis penunjang yang lain masih PTT,” bebernya.

Selain masih kekurangan tenaga dokter spesialis, tambah Sarengat ada beberapa dokter spesialis yang sudah menjelang pensiun. Karena itu, memang diperlukan tambahan tenaga dokter spesialis lagi jika dokter spesialis tersebut sudah memasuki masa purnabakti.

“Ada yang menjelang pensiun misalnya dokter spesialis THT dan dokter spesialis mata. Yang sudah pensiun dokter spesialis paru. Sementara ini RSUD Abdul Rivai sendiri hanya memiliki masing-masing satu orang semua dokter spesialis yang disebutkan itu,” tandasnya. (TNW/FST)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan