Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Zona.my.id PT Zona Nyaman Indonesia
Get
Example floating
Example floating
DPRD BerauAdvertorial

Perlu Pemerataan Pembangunan RLH

Avatar of Redaksi
ZonaTV
119
×

Perlu Pemerataan Pembangunan RLH

Sebarkan artikel ini
86028ead picsart 24 03 16 21 28 43 771 11zon
Example 468x60

Tanjung Redeb – Wakil Ketua I DPRD Berau, Syarifatul Syadiah meminta Pemkab Berau untuk memperhatikan pemerataan pembangunan rumah layak huni (RLH) di semua wilayah.

“Tidak hanya di wilayah perkampungan. Rumah warga yang tidak layak huni itu juga masih ditemukan di wilayah Kecamatan Tanjung Redeb,” ungkapnya.

Disampaikannya, demi pembangunan RLH tersebut pemerintah diharapkan mampu menyiapkan anggaran yang mencukupi. Berikutnya dapat merealisasikannya dengan baik.

“Alangkah baiknya kita bisa membantu melalui penganggaran. Sehingga program RLH ini betul-betul menyentuh masyarakat yang tidak mampu,” pintanya.

Sebelumnya, Pejabat Fungsional Pelaksana Pranata Izin Tinggal Disperkim Berau, Yulius LW, menjelaskan tahun ini Pemkab Berau kembali mengucurkan anggaran sejumlah Rp 20 juta untuk membangun satu unit RLH.

“Walaupun nilai anggaran itu belum mencukupi. Karena harga material pada zona luar kota sudah tinggi. Belum lagi dipotong pajak, mobilisasi material dan upah tukang,” terangnya.

Disampaikannya, dari jumlah anggaran Rp 20 juta untuk setiap unit RLH (sudah termasuk pajak), biaya pengadaan material secara khusus sudah mencapai Rp 17.500.000. Sedangkan upah tukang sendiri senilai Rp 2.500.000.

“Harapannya memang ada peningkatan. Namun apa mau dikata. Anggaran dan penetapan jumlah unit rumah sudah dikeluarkan. Anggaran tahun 2024 sama seperti tahun sebelumnya,” imbuhnya.

Pada tahun 2024, lanjutnya, pihaknya berencana membangun 321 unit RLH di 10 kecamatan, khususnya pada 24 kampung/kelurahan. Tiga kecamatan lain, yakni Maratua, Biatan, dan Batu Putih tidak mendapat manfaat program tersebut.

Ditambahkannya, jumlah RLH pada tahun 2024 ini pun lebih banyak dari tahun 2023 silam sejumlah 166 unit, dengan rincian 69 unit RLH menggunakan APBD murni. Sedangkan 97 unit lainnya menggunakan APBD Perubahan.

Diakuinya, sebaran pembangunan RLH menggunakan anggaran murni tahun 2023 itu terjadi di dua kecamatan yakni Kecamatan Tanjung Redeb sejumlah 29 unit dan Kecamatan Batu Putih sebanyak 40 unit.

“Kecamatan Tanjung Redeb itu di Kelurahan Bugis 4 unit, Gayam 7 unit, Gunung Panjang 4 unit, Karang Ambun 3 unit, Sei Bedungun 7 unit dan Kelurahan Tanjung Redeb 4 unit,” tambahnya.

“Kecamatan Batu Putih di Kampung Sumber Agung 7 unit, Kampung Tembudan 10 unit, Kampung Lobang Kelatak 8 unit, Kampung Batu Putih 7 unit, dan Kampung Balikukup 8 unit,” sambungnya.

Sedangkan RLH yang menggunakan anggaran perubahan tahun 2023 tersebar di tiga kecamatan yakni Kecamatan Tanjung Redeb sebanyak 92 unit, Kecamatan Teluk Bayur 3 unit, Kecamatan Gunung Tabur 1 unit, dan Sambaliung 1 unit.

“Kecamatan Tanjung Redeb itu di Kelurahan Bugis 7 unit, Gayam 20 unit, Tanjung Redeb 18 unit, Karang Ambun 12 unit, Gunung Panjang 18 unit, dan Sei Bedungun 17 unit,” bebernya.

“Dan Kecamatan Teluk Bayur itu di Kelurahan Teluk Bayur 1 unit, dan Tumbit Melayu 2 unit. Sedangkan Gunung Tabur 1 unit di Kampung Samburakat dan Sambaliung 1 unit di Kampung Tanjung Perangat,” tandasnya. (ADV/Elton/Fery)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan