Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Zona.my.id PT Zona Nyaman Indonesia
Get
Example floating
Example floating
AdvertorialPemkab Berau

Pengangguran Berkurang di 2023, Kesiapan Lapangan Kerja Terus Diperhatikan

Avatar of Redaksi
ZonaTV
84
×

Pengangguran Berkurang di 2023, Kesiapan Lapangan Kerja Terus Diperhatikan

Sebarkan artikel ini
377a35d0 picsart 24 04 04 18 22 42 913 11zon
Example 468x60

Tanjung Redeb – Angka pengangguran di Berau pada tahun 2023 lalu dinilai telah berkurang dari tahun sebelumnya. Pemkab Berau juga terus berupaya agar peluang masyarakat mendapatkan pekerjaan semakin dipermudah.

Bupati Berau Sri Juniarsih Mas menegaskan pada tahun 2022 lalu angka pengangguran di Berau mencapai 5,02 persen dari jumlah penduduk. Namun, jumlah itu telah mengalami penurunan pada tahun 2023.

“Jumlah pengangguran di tahun 2022 itu lebih tinggi dari tahun 2023 sebesar 4,95 persen,” ungkapnya.

Disampaikan Sri, salah satu solusi untuk menekan jumlah pengangguran di Berau yakni dengan menyediakan lapangan pekerjaan. Kesiapan itu menjadi salah satu agenda besar di sektor pembangunan ketenagakerjaan.

“Pembangunan ketenagakerjaan bertujuan untuk menyediakan lapangan pekerjaan agar masyarakat dapat memperoleh pekerjaan dan kehidupan yang layak,” imbuhnya.

Sri berharap pembangunan ketenagakerjaan menjadi lebih baik dari tahun ke tahun. Selain agar pekerjaan dan kehidupan yang layak dapat diperoleh, angka pengangguran juga terus ditekan dan diperkecil.

“Dengan adanya lapangan pekerjaan atau lapangan usaha itu kita berharap jumlah pengangguran dan setengah pengangguran dapat ditekan dan diperkecil,” tegasnya.

Terpisah, Kepala Disnakertrans Berau, Zulkifli Azahri menjelaskan peluang masyarakat untuk mendapatkan pekerjaan yang layak memerlukan keterampilan yang mencukupi dan kompetensi yang memadai.

Untuk mendapatkan keterampilan itu, dibutuhkan pelatihan teknis pada bidang-bidang tertentu. Kehadiran Balai Latihan Kerja, diakuinya, penting untuk mengasah keterampilan para pencari kerja.

“Selama ini pelatihan tenaga kerja sifatnya tidak banyak. Setahun itu kita hanya dapatkan pelatihan untuk 100 orang. Tapi kalau dengan BLK itu kan kita bisa buat semacam persiapan tenaga kerja yang ada,” jelasnya.

“Di sini tiap bulan memang ada saja pelatihan. Tapi perlu BLK agar dalam skala besar kita bisa baca peluang tenaga kerja apa saja yang mesti mendapatkan pelatihan. Sama ke depan kan duta wisata juga ada itu. Itu kan mesti ada pelatihan yang terfokus,” lanjutnya.

Disampaikannya, pembangunan BLK merupakan salah satu program yang sudah berjalan. Karena itu, pembangunannya perlu didukung oleh semua stakeholder terkait. Tujuannya, agar tenaga kerja yang terampil dan siap bekerja dapat disiapkan dengan baik untuk menghadapi persaingan global.

“Semua stakeholder itu harus bisa mendukung kegiatan itu. Karena kebutuhan tenaga kerja ini kita tidak bisa hanya fokus pada yang ada sekarang, tambang. Kita harus mempersiapkan tenaga yang terampil. Dan itu salah satunya perlu BLK itu,” bebernya.

Diakuinya, saat ini sudah ada perencanaan terkait pembangunan BLK tersebut. Lokasi dan lahannya juga sudah disiapkan di Sambaliung. Pihaknya pun merencakan agar konstruksi fisiknya sudah bisa berjalan pada tahun 2024 mendatang.

“Rencana konstruksi fisiknya kita serahkan semuanya ke DPUPR. Kita hanya siapkan lahan sesuai speknya. Yang bangunkan nanti mereka di sana (DPUPR, Red). Dan saya harapkan 2024 sudah ada peletakan batu pertama. Minimal sudah bisa berjalan karena itu untuk persiapan tenaga kerja,” paparnya.

Selain BLK, tambah Zulkifli, tenaga instruktur juga akan disiapkan. Pasalnya, pelatihan yang selama ini berjalan masih menggunakan jasa tenaga instruktur dari luar daerah. Untuk mengatasi hal itu pihaknya juga sudah melakukan “sounding” dengan kementerian terkait.

“Kalau kita sudah mau siapkan rumah, tentu kita sudah berpikir isinya apa. Nah sekarang kita berpikir tentang isinya, rumahnya saja belum ada. Iya kan. Makanya begitu ada fisiknya maka kita go so menyiapkan tenaga instrukturnya,” ujarnya.

“Saya juga sudah sounding dengan kementerian untuk melatih instruktur yang dibutuhkan. Dan kita juga akan kerja sama dengan perusahaan-perusahan yang ada. Karena mereka butuhkan tenaga kerja. Maka ayo kita bisa latih sama-sama di tempat yang ada,” tandasnya. (Adv/Elton/Fery)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan