Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Zona.my.id PT Zona Nyaman Indonesia
Get
Example floating
Example floating
Pemkab BerauBerau

Pemkab Berau Perkuat Desa Bersinar dan IBM, Perang Melawan Narkoba Dimulai dari Akar Rumput

ZonaTV
52
×

Pemkab Berau Perkuat Desa Bersinar dan IBM, Perang Melawan Narkoba Dimulai dari Akar Rumput

Sebarkan artikel ini
26a15580 img 20251220 wa0000

BERAU – Pemerintah Kabupaten Berau menegaskan komitmennya dalam memerangi peredaran dan penyalahgunaan narkoba dengan memperkuat peran desa dan masyarakat. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Asistensi Desa Bersinar (Bersih Narkoba) dan Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM) Tahun 2025 yang digelar di Ruang Rapat Sangalaki, Rabu (17/12/2025).

Kegiatan ini menjadi ruang konsolidasi lintas sektor untuk menyatukan langkah menghadapi ancaman narkoba yang dinilai semakin kompleks dan menyasar seluruh lapisan masyarakat. Pemerintah daerah menyadari bahwa perang melawan narkoba tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kerja bersama yang berkesinambungan.

Asistensi tersebut melibatkan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Timur, BNN Kabupaten Berau, Forkopimda, organisasi perangkat daerah (OPD), hingga perwakilan masyarakat.

Wakil Bupati Berau, Gamalis, dalam arahannya menekankan bahwa desa dan kelurahan memiliki posisi strategis sebagai benteng pertama pencegahan narkoba. Menurutnya, keterlibatan aktif masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan program P4GN.

“Masalah narkoba tidak bisa diselesaikan secara instan dan tidak mungkin ditangani oleh satu institusi saja. Sinergi antar lembaga dan partisipasi masyarakat harus terus diperkuat,” tegasnya.

Program Desa Bersinar sendiri merupakan implementasi dari Peraturan BNN RI Nomor 3 Tahun 2025, yang menempatkan desa dan kelurahan sebagai ujung tombak Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN). Melalui program ini, masyarakat didorong untuk membangun kesadaran kolektif dalam menciptakan lingkungan yang aman dan bebas narkoba.

Sementara itu, pendekatan IBM difokuskan pada penanganan penyalahgunaan narkoba kategori ringan di tingkat komunitas. Pendekatan ini menitikberatkan pada peran masyarakat sebagai pelaku utama dalam upaya pencegahan, pendampingan, dan pemulihan.

“IBM dirancang agar masyarakat tidak hanya menjadi objek, tetapi subjek dalam upaya pencegahan dan rehabilitasi. Dengan begitu, hasilnya diharapkan lebih efektif dan berkelanjutan,” ujar Gamalis.

Sepanjang tahun 2025, Pemkab Berau mencatat sejumlah langkah konkret dalam penguatan P4GN. Di antaranya pencanangan Kampung Tangguh Anti Narkoba di Kelurahan Gunung Panjang, Kecamatan Tanjung Redeb, serta pelaksanaan tujuh kali sosialisasi P4GN di berbagai kecamatan, meliputi Biduk-Biduk, Batu Putih, Biatan, Tabalar, Pulau Derawan, Segah, dan Labanan Makmur. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 700 peserta dari berbagai unsur masyarakat.

Selain edukasi, upaya deteksi dini juga terus digencarkan. Tes urin telah dilakukan terhadap ratusan karyawan perusahaan, mahasiswa asal Berau yang menempuh pendidikan di luar daerah, serta pelajar di Kabupaten Berau. Seluruh hasil pemeriksaan tersebut dinyatakan negatif narkoba.

“Ini menjadi indikator bahwa edukasi dan pencegahan yang dilakukan mulai membuahkan hasil. Namun pengawasan dan pembinaan tetap harus dijaga agar tren positif ini berlanjut,” tambahnya.

Melalui penguatan Desa Bersinar dan IBM, Pemerintah Kabupaten Berau berharap kolaborasi antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat dapat semakin solid. Sinergi tersebut diyakini mampu menekan angka penyalahgunaan narkoba dan melindungi generasi muda Berau dari ancaman narkotika.(*)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan