Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Zona.my.id PT Zona Nyaman Indonesia
Get
Example floating
Example floating
BerauBeritaKaltim

Pasien Anak Dirawat di Lorong Rumah Sakit

Avatar of Redaksi
ZonaTV
98
×

Pasien Anak Dirawat di Lorong Rumah Sakit

Sebarkan artikel ini
f5abd69e picsart 23 09 11 19 34 37 781 11zon
Example 468x60

Tanjung Redeb – Sudah hampir seminggu, pasien anak yang berobat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Rivai, diketahui tidak mendapat ruangan yang layak untuk berobat. Alhasil, lorong-lorong rumah sakit dimanfaatkan untuk mengobati pasien anak.

Menanggapi hal itu, Direktur RSUD Abdul Rivai, Jusram menegaskan keterbatasan ruangan dan bonus demografi atau ledakan penduduk menjadi alasan di balik permasalahan itu. Alhasil, ruangan Abdul Rivai tidak cukup menampung pasien anak yang berobat.

“Iya bukan hanya ruang anak. Tapi juga di ruang perawatan dewasa. Tidak ada juga kejadian luar biasa (KLB). Tapi memang perbandingan antara jumlah penduduk dengan tempat tidur yang kurang,” jelasnya.

Senada dengan Jusram, Kepala Bidang Pelayanan Medik dan Rekam Medik RSUD Abdul Rivai, dr Jaka lebih jauh menjelaskan permasalahan yang dihadapi itu merupakan permasalahan klasik. Sebab, kejadian itu terjadi karena kondisi ruangan tidak mencukupi.

Karena itu, bila ada kejadian pengobatan di luar ruangan, hal seperti itu dalam pandangan masyarakat sudah merupakan kejadian yang luar biasa.

“Itu sudah permasalahan klasik di rumah sakit satu-satunya di Berau. Bangunan lama yang sudah gak bisa diapa-apain lagi. Dengan kondisi lahan yang sempit dan kamar-kamar yang kecil, jadi walaupun situasi belum KLB selalu saja seperti ada KLB,” terangnya.

Kekurangan ruangan itu pada akhirnya menyebabkan anak-anak terpaksa berobat di lorong rumah sakit. Lebih dari itu anak-anak yang berobat itu juga tidak hanya terdiagnosa oleh satu penyakit, misalnya Ispa. Beberapa penyakit lainnya juga didiagnosa menjangkiti anak-anak.

“Makanya sekarang rumah sakit mengambil solusi pengembangan rumah sakit di ex rumah dokter spesialis. Semoga Pemda dan warga Berau terus mendukung pengembangan tersebut buat kepentingan warga Berau sendiri,” harapnya.

Sekretaris Dinkes Berau, Halijah menerangkan terkait penempatan ruangan dalam konteks KLB akan dilakukan jika sudah terlaksana Survaylance. Hal itu dimaksud untuk menetapkan suatu kejadian dipandang sebagai KLB.

“Kalau status KLB biasanya untuk DBD. Dan tahun 2019 untuk kholera. Tapi biasanya ada kegiatan survaylance dulu sebelum penetapan suatu kejadian luar biasa,” tutupnya. (*/TNW/FST)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan