TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten Berau mulai memantapkan arah pembangunan tahun anggaran 2026 dengan menempatkan sektor pariwisata dan kesehatan sebagai penggerak utama perekonomian daerah. Kebijakan ini ditegaskan langsung oleh Bupati, Baru ini. Senin (8/1/2026).
Dalam arahannya, Bupati menyampaikan bahwa upaya transformasi ekonomi dari ketergantungan sektor tambang menuju pariwisata berkelanjutan harus dibarengi dengan kesiapan fasilitas publik, khususnya layanan kesehatan yang representatif dan berkualitas.
“Pariwisata tidak akan tumbuh optimal tanpa dukungan pelayanan dasar yang kuat. Rumah sakit, infrastruktur, keamanan, dan kenyamanan harus berjalan beriringan,” ujarnya di hadapan peserta apel.
Salah satu agenda strategis yang menjadi perhatian utama adalah percepatan pengoperasian Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) baru. Pemerintah daerah menargetkan fasilitas tersebut mulai melayani masyarakat secara bertahap pada pertengahan tahun 2026, seiring dengan penyelesaian aspek perizinan, sarana pendukung, dan kesiapan sumber daya manusia.
Untuk mempercepat proses tersebut, Bupati mengambil langkah kebijakan dengan menunjuk Kepala Dinas Kesehatan sebagai direktur pengawas RSUD. Penugasan rangkap ini dimaksudkan agar koordinasi lintas bidang, mulai dari perizinan operasional hingga kesiapan teknis di lapangan, dapat dikendalikan secara langsung dan efektif.
Menurutnya, kehadiran layanan kesehatan modern menjadi bagian penting dalam mendukung konsep pengembangan pariwisata berkualitas atau beauty tourism yang tengah digalakkan di Berau.
Lebih jauh, Bupati menjelaskan bahwa fokus pembangunan pariwisata juga sejalan dengan rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang mendorong optimalisasi potensi ekonomi non-tambang. Karena itu, ia menekankan bahwa pengembangan pariwisata bukan hanya menjadi tanggung jawab satu perangkat daerah, melainkan kerja bersama seluruh OPD.
“Setiap OPD memiliki peran. Tidak ada yang berdiri sendiri. Semua harus berkontribusi sesuai tugas dan fungsinya masing-masing,” tegasnya.
Arahan tersebut juga diperluas hingga ke tingkat kecamatan, kampung, dan kelurahan. Para camat, kepala kampung, dan lurah diminta aktif menggerakkan ekonomi kreatif serta memberdayakan pelaku UMKM lokal sebagai bagian dari ekosistem pariwisata daerah.
Bupati berharap sinergi antarperangkat daerah, dukungan infrastruktur, serta jaminan keamanan dapat terintegrasi dengan baik, sehingga Berau siap menyambut wisatawan dan menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru, terutama di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang sedang dijalankan.
ia juga mengingatkan seluruh jajaran untuk melaporkan perkembangan program prioritas secara berkala dan menjaga komunikasi dengan pimpinan. Ia menegaskan komitmennya untuk menjaga soliditas tim kerja demi memastikan seluruh target pembangunan dapat tercapai hingga akhir masa jabatan.
“Koordinasi harus berjalan maksimal, baik terkait keamanan, fasilitas pendukung, maupun infrastruktur pariwisata. Semua harus saling menguatkan,” pungkasnya.(*)












