Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Zona.my.id PT Zona Nyaman Indonesia
Get
Example floating
Example floating
Peristiwa

Mahasiswi Asal Berau Meninggal Saat Mendaki Gunung Merbabu, Diduga Tersambar Petir

ZonaTV
21
×

Mahasiswi Asal Berau Meninggal Saat Mendaki Gunung Merbabu, Diduga Tersambar Petir

Sebarkan artikel ini
6c20e7ca screenshot 20251227 210542

BERAU – Kabar duka datang dari kawasan Gunung Merbabu, Jawa Tengah. Seorang mahasiswi asal Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, dilaporkan meninggal dunia saat menjalani aktivitas pendakian. Korban diketahui bernama Mella Irawanti Kusuma (22), putri daerah Bumi Batiwakkal.

Insiden tersebut terjadi pada Kamis, 25 Desember 2025, di jalur pendakian Suwanting. Mella diketahui mendaki bersama saudaranya, Ardian Prasetyo, serta seorang rekan mereka, Shieva Panji Pratama. Berdasarkan catatan petugas, rombongan ini melakukan registrasi pendakian sekitar pukul 11.00 WIB.

Cuaca di kawasan gunung yang awalnya relatif bersahabat berubah drastis pada sore hari. Saat rombongan berada di area antara hektometer 26 hingga 27, hujan deras disertai kilatan petir mulai melanda. Sekitar pukul 16.01 WIB, Mella dilaporkan tersambar petir dan langsung terjatuh di jalur pendakian.

Informasi kejadian tersebut diterima oleh petugas Balai Taman Nasional Gunung Merbabu melalui laporan darurat. Kepala Subbagian Tata Usaha Balai Taman Nasional Gunung Merbabu, Nurpana Sulaksono, menjelaskan bahwa laporan awal disampaikan oleh porter pendamping menggunakan alat komunikasi lapangan.

“Petugas Balai TN Gunung Merbabu bersama aparat penegak hukum menerima laporan melalui HT dari porter pendamping mengenai adanya pendaki yang diduga tersambar petir,” ujar Nurpana.

Menindaklanjuti laporan tersebut, tim gabungan yang terdiri dari petugas Balai TNGMb, kepolisian, serta relawan segera bergerak menuju lokasi. Proses evakuasi dilakukan pada malam hari dengan melibatkan sekitar 30 personel. Korban kemudian dibawa ke Basecamp Gringga sebelum dirujuk ke RSUD Muntilan, Magelang, untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Namun, setelah dilakukan pemeriksaan di rumah sakit, korban dinyatakan telah meninggal dunia. Hasil pemeriksaan medis serta olah tempat kejadian perkara oleh Inafis Polres Magelang memastikan bahwa peristiwa tersebut murni disebabkan oleh sambaran petir, tanpa adanya unsur lain.

Kapolsek Sawangan, AKP Glenter Pitoyo, turut membenarkan hasil pemeriksaan tersebut dan menyampaikan bahwa pihak keluarga telah menerima kejadian ini sebagai musibah.

Jenazah almarhumah selanjutnya diserahkan kepada keluarga pada Jumat, 26 Desember 2025, untuk proses pemulangan dan pemakaman yang dilakukan di wilayah Jawa Tengah.

Peristiwa ini kembali menjadi peringatan bagi para pendaki agar selalu memperhatikan kondisi cuaca, mengikuti arahan petugas, serta mengutamakan keselamatan diri saat beraktivitas di kawasan pegunungan, terutama pada musim dengan potensi cuaca ekstrem.(*)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan