Krayan – Sebuah pesawat kargo pengangkut bahan bakar minyak (BBM) mengalami kecelakaan di wilayah Gunung Pa’belaban, Desa Kampung Baru, Kecamatan Krayan Timur, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, pada Kamis (19/02/2026) sekitar pukul 12.15 WITA. Peristiwa ini kini masih dalam penyelidikan pihak berwenang.
Pesawat tersebut diketahui milik Pelita Air dengan nomor penerbangan PAS 7101 dan registrasi PK-PPA. Pesawat melayani rute Long Bawan – Tarakan.
Sebelum kejadian, pesawat tiba di Bandara Long Bawan sekitar pukul 11.00 WITA dari Tarakan dengan membawa muatan BBM jenis Pertalite sekitar 4.000 liter. Setelah proses bongkar muatan selesai, pesawat kembali lepas landas menuju Tarakan sekitar pukul 12.10 WITA.
Namun, tidak lama setelah lepas landas, pihak bandara menerima laporan bahwa pesawat jatuh di sekitar Desa Pabetung, Kampung Baru, Kecamatan Krayan Timur. Informasi tersebut segera ditindaklanjuti oleh aparat setempat.
Personel Polsek Krayan bersama unsur TNI, BPBD Kecamatan Krayan, Satpol PP, serta pihak maskapai langsung menuju lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi. Tim tiba di lokasi sekitar pukul 15.40 WITA dan mendapati pesawat dalam kondisi terbakar.
Di lokasi kejadian, ditemukan pilot pesawat, Capt. Hendrick L. Adam, dalam keadaan meninggal dunia di dalam badan pesawat. Sekitar pukul 16.00 WITA, jenazah korban berhasil dievakuasi dan dibawa ke RS Pratama Kecamatan Krayan untuk penanganan lebih lanjut.
Kapolsek Krayan, IPDA Muhamad Jawahir Oemar Hakim, menyampaikan bahwa proses evakuasi berjalan dengan aman dan lancar. Pihak kepolisian telah mengamankan lokasi kejadian dan melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk penanganan lebih lanjut.
“Hingga saat ini, penyebab kecelakaan masih dalam proses penyelidikan,” ungkapnya.
Sementara itu, PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan juga memberikan keterangan resmi terkait insiden tersebut. Area Manager Communication, Relations & CSR, Edi Mangun, mengatakan bahwa pihaknya terus berkoordinasi secara intensif dengan operator penerbangan, tim di lapangan, serta pihak berwenang untuk memastikan informasi yang diperoleh akurat dan terverifikasi.
Berdasarkan informasi awal, pesawat yang diduga mengalami kecelakaan merupakan jenis Air Tractor AT-802 dengan registrasi PK-PAA. Pesawat tersebut digunakan untuk penerbangan charter kargo pengangkut BBM dalam rangka mendukung program distribusi BBM Satu Harga di wilayah perbatasan.
Penerbangan itu diawaki oleh satu orang pilot tanpa awak kabin maupun penumpang. Saat terakhir dipantau, pesawat dilaporkan telah menyelesaikan distribusi BBM ke Long Bawan dan sedang dalam perjalanan kembali menuju Bandara Juwata Tarakan.
PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan memastikan bahwa pasca kejadian tersebut, kondisi stok dan penyaluran BBM di wilayah Krayan dan sekitarnya tetap aman dan berjalan normal.
“Untuk menjaga kestabilan pasokan, perusahaan telah menyiapkan skema distribusi alternatif guna memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi,” bebernya.
Pihak Pertamina juga menyampaikan duka cita yang mendalam atas insiden tersebut dan berharap proses penanganan serta investigasi dapat berjalan dengan baik.
Dan hingga kini, aparat kepolisian masih terus melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan pesawat tersebut. (Lia)












