TANJUNG REDEB — Menjelang Hari Raya Idulfitri, masyarakat diminta tidak lengah. Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto, mengingatkan potensi peredaran uang palsu yang cenderung meningkat seiring melonjaknya aktivitas transaksi.
Menurutnya, momen Lebaran selalu diikuti perputaran uang yang tinggi, mulai dari pasar tradisional hingga pusat perbelanjaan. Situasi ini kerap dimanfaatkan oleh oknum untuk menyusupkan uang palsu ke tengah masyarakat.
“Pergerakan ekonomi yang meningkat menjelang Lebaran sering dijadikan celah oleh pihak tidak bertanggung jawab untuk mengedarkan uang palsu,” tegasnya.
Ia menekankan pentingnya kewaspadaan, khususnya saat bertransaksi tunai di tempat ramai. Masyarakat diminta tidak terburu-buru dan memastikan setiap uang yang diterima benar-benar asli.
Tak hanya itu, pelaku usaha, pedagang, hingga UMKM juga diminta lebih cermat. Kesalahan menerima uang palsu bisa berdampak langsung pada kerugian usaha.
“Pedagang dan pelaku usaha harus ekstra teliti. Jangan sampai lengah karena bisa merugikan diri sendiri,” ujarnya.
Sebagai langkah pencegahan, masyarakat diimbau menerapkan metode sederhana yang telah lama disosialisasikan oleh Bank Indonesia, yakni 3D: dilihat, diraba, dan diterawang untuk memastikan keaslian uang.
Di akhir pernyataannya, Dedy juga meminta masyarakat tidak ragu melapor jika menemukan indikasi peredaran uang palsu di lingkungan sekitar.
“Kalau ada yang mencurigakan, segera laporkan ke pihak berwenang agar bisa cepat ditindak,” pungkasnya.













