BERAU – Menjadi pejabat publik berarti siap berada di bawah sorotan masyarakat. Setiap sikap, tindakan, hingga kebijakan dapat menjadi perhatian publik dan diberitakan media. Pesan inilah yang ditegaskan Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, kepada jajaran pejabat pemerintah daerah dan anggota DPRD Kabupaten Berau.
Dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Berau, Rabu (14/10/2026), Sri Juniarsih mengibaratkan pejabat publik seperti ikan di dalam akuarium yang dapat diamati dari berbagai sisi. Perumpamaan tersebut menjadi pengingat bahwa ruang gerak pejabat publik tidak terlepas dari pengawasan masyarakat dan pemberitaan media.
“Kita ini seperti akuarium, seperti ikan dalam akuarium yang dilihat teman-teman media,” ujarnya.
Menurut Sri Juniarsih, media memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat, termasuk mengenai aktivitas, kinerja, dan kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan kepentingan publik. Karena itu, pejabat dituntut memahami bahwa setiap tindakan yang dilakukan dalam menjalankan tugas berpotensi menjadi perhatian masyarakat.
Ia menegaskan, kondisi tersebut semestinya menjadi motivasi bagi para pejabat untuk bekerja secara profesional, menjaga perilaku, serta mengutamakan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Sri Juniarsih juga mengingatkan pentingnya menjaga komunikasi yang baik dengan insan pers. Perbedaan persepsi, miskomunikasi, maupun kegiatan yang tidak terpublikasi, menurutnya, perlu disikapi secara bijak tanpa mengabaikan hubungan kemitraan dengan media.
Kesabaran dan komunikasi yang terbuka dinilai menjadi kunci untuk menjaga hubungan antara pemerintah dan pers tetap berjalan baik. Dengan demikian, informasi mengenai kebijakan maupun program pemerintah dapat tersampaikan kepada masyarakat secara lebih optimal.
Selain menyoroti hubungan dengan media, Sri Juniarsih turut menyinggung pentingnya pengendalian diri bagi seorang pejabat politik. Menurutnya, pejabat harus mampu menjaga sikap dan ekspresi dalam berbagai situasi, termasuk ketika menghadapi persoalan yang memancing emosi.
“Pejabat politik itu harus bisa bermuka dua, dalam artian walaupun kita marah harus bisa selalu tersenyum,” tuturnya.
Pernyataan tersebut menggambarkan tuntutan bagi pejabat publik untuk tetap tenang dan profesional ketika menjalankan tanggung jawabnya. Namun, menjaga sikap di hadapan publik juga perlu diiringi dengan integritas, keterbukaan, dan kesungguhan dalam bekerja.
Di tengah kuatnya sorotan media dan meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap transparansi pemerintahan, kinerja nyata dan kualitas pelayanan tetap menjadi tolok ukur utama bagi pejabat publik. Sebab, kepercayaan masyarakat tidak cukup dibangun melalui sikap yang baik, tetapi juga melalui tanggung jawab dan hasil kerja yang dapat dirasakan langsung oleh rakyat.












