BERAU, Zona.my.id – Efisiensi anggaran dan pemblokiran rekening Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau menjadi tantangan bagi penyelenggaraan Karrap Fest 2026. Meski menghadapi keterbatasan pembiayaan, komunitas seni dan ekonomi kreatif tetap berkomitmen menggelar festival tahunan tersebut pada 9–15 November mendatang.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau melalui Kepala Bidang Usaha Jasa dan Ekonomi Kreatif, Nurjatiah, menjelaskan Karrap Fest merupakan program rutin Disbudpar yang pada 2026 memasuki tahun ketiga penyelenggaraan.
Menurutnya, kegiatan ini menjadi ruang bagi pelaku seni dan komunitas kreatif untuk menampilkan karya sekaligus mengembangkan potensi ekonomi kreatif di Kabupaten Berau.
Namun, kondisi keuangan daerah membuat dukungan pendanaan dari pemerintah belum dapat diberikan secara langsung seperti yang diharapkan. Efisiensi anggaran yang diberlakukan pemerintah daerah, ditambah pemblokiran rekening Pemkab Berau, turut memengaruhi persiapan kegiatan.
Kendati demikian, keterbatasan tersebut tidak menyurutkan semangat komunitas untuk tetap menyelenggarakan festival.
Nurjatiah mengungkapkan, para pelaku seni dan komunitas kreatif berinisiatif mencari sumber pendanaan secara mandiri, termasuk menghimpun dukungan sponsor agar kegiatan tetap berjalan sesuai jadwal.
Dalam kondisi tersebut, Disbudpar berupaya membantu melalui fasilitasi kebutuhan penyelenggaraan, seperti penyediaan lokasi kegiatan, koordinasi penerangan panggung, serta surat rekomendasi proposal untuk pengajuan bantuan dana tanggung jawab sosial perusahaan atau “corporate social responsibility” (CSR).
Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu penyelenggara menutup sebagian kebutuhan teknis tanpa sepenuhnya bergantung pada anggaran pemerintah daerah.
Karrap Fest tahun ini juga diharapkan mampu menarik lebih banyak pengunjung dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya.
Berdasarkan catatan awal penyelenggara, jumlah pengunjung pada tahun lalu mencapai lebih dari 12 ribu orang dari target 2 ribu orang. Untuk penyelenggaraan 2026, panitia menargetkan jumlah kunjungan lebih dari 12.000 orang.
Target tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi penyelenggara, terutama di tengah keterbatasan anggaran dan kebutuhan teknis pelaksanaan kegiatan di ruang terbuka.
Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah ketersediaan pasokan listrik untuk mendukung pertunjukan panggung. Gangguan listrik dikhawatirkan dapat menghambat jalannya acara, sehingga koordinasi teknis menjadi bagian penting dalam persiapan.
Selain pertunjukan seni, Karrap Fest juga diharapkan memberikan ruang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memasarkan produk mereka kepada pengunjung.
Namun, penempatan lapak UMKM tetap harus menyesuaikan ketentuan dan pengaturan lokasi yang berlaku. Disbudpar juga menegaskan bahwa tidak ada pungutan dari dinas untuk biaya sewa tenda UMKM, sehingga informasi mengenai pembiayaan lapak perlu disampaikan secara transparan kepada peserta.
Di tengah keterbatasan dukungan anggaran, keberlanjutan Karrap Fest memperlihatkan peran komunitas kreatif dalam menjaga ruang ekspresi seni dan budaya di Berau.
Penyelenggaraan festival ini tidak hanya menjadi ajang pertunjukan, tetapi juga berpotensi mempertemukan pelaku seni, komunitas, pengunjung, dan pelaku UMKM dalam satu kegiatan yang mendukung pergerakan ekonomi kreatif daerah.
Meski demikian, peningkatan target pengunjung perlu diimbangi dengan kesiapan fasilitas, pengelolaan lapak, keamanan, serta dukungan teknis agar kegiatan dapat berlangsung dengan baik.
Karrap Fest 2026 dijadwalkan berlangsung selama tujuh hari, mulai 9 hingga 15 November. Dengan mengandalkan kolaborasi komunitas, sponsor, dan fasilitasi pemerintah daerah, penyelenggara berharap festival tahunan tersebut tetap berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat.












