Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Zona.my.id PT Zona Nyaman Indonesia
Get
Example floating
Example floating
Trending

Jalan Berlumpur di Gunung Tabur Picu Kecelakaan Beruntun, Warga Desak Solusi Permanen

ZonaTV
56
×

Jalan Berlumpur di Gunung Tabur Picu Kecelakaan Beruntun, Warga Desak Solusi Permanen

Sebarkan artikel ini
e4adf8af 989d 4aa1 96f2 26ebd47a9e56
Foto: Pembersihan Sedimen Lumpur (Doc.Zona)

GUNUNG TABUR, Zona.my.id — Puluhan pengendara sepeda motor menjadi korban kecelakaan beruntun setelah material lumpur menutup badan Jalan H ARM Ayoeb, kawasan Jalan Mutiara, Kecamatan Gunung Tabur, Kabupaten Berau, Sabtu (10/10/2026).

Kondisi jalan yang licin akibat endapan lumpur membuat sejumlah pengendara kehilangan kendali hingga terjatuh. Beberapa korban harus mendapatkan penanganan medis di Unit Gawat Darurat (UGD), bahkan satu korban dilaporkan mengalami cedera serius berupa patah kaki dan harus dirujuk ke Samarinda untuk perawatan lanjutan.

Peristiwa tersebut langsung mendapat perhatian dari pemerintah setempat bersama aparat dan masyarakat. Pemerintah Kecamatan Gunung Tabur, Kelurahan Gunung Tabur, kepolisian, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), serta sejumlah pihak terkait bergerak melakukan penanganan darurat untuk membersihkan material lumpur yang menutup akses jalan.

Petugas mengerahkan sejumlah peralatan, mulai dari excavator, dump truck (DT), hingga mesin penyedot air milik Damkar untuk mengangkat endapan lumpur, membersihkan badan jalan, serta memperlancar kembali aliran air di kawasan tersebut.

Camat Gunung Tabur, Lutfi Hidayat, mengatakan peristiwa tersebut terjadi akibat penumpukan sedimentasi lumpur yang diperparah dengan kondisi saluran drainase yang tersumbat. Akibatnya, aliran air tidak berjalan optimal dan menyebabkan badan jalan berubah menjadi licin serta membahayakan pengguna jalan.

“Sedimentasi lumpur dan saluran yang tersumbat menyebabkan air tidak mengalir dengan baik. Dampaknya mobilitas masyarakat terganggu dan kondisi jalan menjadi berisiko bagi pengendara,” ujarnya.

Menurut Lutfi, persoalan tersebut bukan kali pertama terjadi. Penanganan yang dilakukan saat ini masih bersifat sementara, sehingga diperlukan kajian teknis dan solusi permanen dari instansi yang memiliki kewenangan.

Ia menjelaskan, ruas Jalan H ARM Ayoeb merupakan jalan provinsi, sehingga penyelesaiannya harus melibatkan pemerintah provinsi sesuai kewenangan.

“Harapan kami ada solusi permanen melalui kajian teknis dari perangkat daerah yang memiliki kewenangan. Karena ini merupakan jalan provinsi, tentu penanganannya harus dilakukan sesuai kewenangan masing-masing,” jelasnya.

Sementara itu, Lurah Gunung Tabur, Achmad Rizhali, mengungkapkan pihaknya telah melakukan berbagai langkah antisipasi sebelum kejadian tersebut, termasuk penyemprotan badan jalan menggunakan armada Damkar serta bekerja sama dengan pihak dunia usaha untuk membantu penanganan.

“Kami sudah melakukan penyemprotan menggunakan Damkar, termasuk pengerahan excavator, dump truck, dan penyedot air untuk memperlancar aliran air serta mengeluarkan sedimentasi lumpur dari lokasi,” katanya.

Menurutnya, langkah yang dilakukan saat ini merupakan penanganan sementara untuk menjaga aktivitas masyarakat tetap berjalan. Ia berharap pada 2027 dapat dilakukan solusi permanen melalui program yang lebih menyeluruh.

“Penanganan ini sifatnya sementara. Mudah-mudahan tahun 2027 solusi permanen di lokasi ini bisa terlaksana dengan baik. Kami berharap pemerintah tidak menutup mata terhadap persoalan ini, karena perhatian dari kecamatan dan kelurahan sudah kami lakukan,” tegasnya.

Di sisi lain, warga setempat, Davi, meminta pemerintah tidak hanya melakukan pembersihan ketika kondisi sudah membahayakan masyarakat. Menurutnya, persoalan utama harus diselesaikan melalui evaluasi menyeluruh terhadap sistem drainase dan infrastruktur pendukung.

“Ini bukan persoalan biasa. Sudah banyak pengendara menjadi korban. Jangan sampai menunggu ada korban yang lebih parah baru dilakukan perbaikan,” ujarnya.

Warga menilai Jalan H ARM Ayoeb memiliki peran penting sebagai salah satu jalur penghubung antarwilayah di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara. Karena itu, kondisi jalan dan sistem drainase di kawasan tersebut dinilai perlu mendapat perhatian serius.

Masyarakat berharap pemerintah kabupaten dan pemerintah provinsi segera mengambil langkah konkret, tidak hanya melakukan pembersihan lumpur saat terjadi gangguan, tetapi menghadirkan solusi jangka panjang demi keselamatan pengguna jalan.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan