TANJUNG REDEB — Kondisi keuangan Perumda Air Minum Batiwakkal Berau menunjukkan penguatan dari sisi likuiditas sepanjang 2025. Saldo kas dan bank perusahaan mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya, meski di saat yang sama terdapat kenaikan pada kewajiban jangka pendek yang perlu menjadi perhatian dalam pengelolaan keuangan perusahaan.
Berdasarkan Laporan Tahunan Perumda Air Minum Batiwakkal 2025, posisi kas dan bank per 31 Desember 2025 tercatat sebesar Rp23,79 miliar. Angka tersebut meningkat sekitar Rp6,04 miliar dibandingkan posisi akhir 2024 yang berada pada kisaran Rp17,75 miliar.
Peningkatan kas tersebut menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menjaga ketersediaan dana untuk mendukung operasional, pembayaran kewajiban, serta kebutuhan pengembangan layanan air bersih kepada pelanggan.
Selain kas, total aset perusahaan juga mengalami pertumbuhan. Pada akhir 2025, total aset Batiwakkal tercatat sekitar Rp203,62 miliar, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berada pada angka Rp200,44 miliar.
Pertumbuhan aset tersebut mencerminkan adanya penambahan nilai kekayaan perusahaan, baik yang berasal dari aset lancar maupun aset tetap yang digunakan dalam menunjang kegiatan produksi dan distribusi air bersih.
Namun, di sisi lain, laporan keuangan juga mencatat adanya peningkatan kewajiban jangka pendek. Total liabilitas jangka pendek perusahaan pada 2025 mencapai sekitar Rp2,39 miliar, naik dibandingkan posisi 2024 yang tercatat sebesar Rp1,18 miliar.
Kenaikan tersebut menunjukkan adanya tambahan kewajiban yang harus diselesaikan dalam jangka waktu dekat. Komponen kewajiban tersebut antara lain dapat berasal dari utang pajak, beban yang masih harus dibayar, maupun kewajiban operasional lainnya.
Sementara itu, posisi ekuitas perusahaan pada 2025 tercatat sekitar Rp201,22 miliar. Nilai tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berada pada angka Rp199,26 miliar.
Dengan nilai aset yang lebih besar dibandingkan kewajiban, struktur keuangan Batiwakkal masih menunjukkan kondisi yang relatif kuat. Namun peningkatan liabilitas jangka pendek tetap menjadi bagian yang perlu diawasi agar tidak memengaruhi ruang gerak keuangan perusahaan ke depan.
Kondisi tersebut menjadi penting seiring dengan rencana perusahaan memperluas pelayanan, meningkatkan kualitas distribusi air, serta melakukan berbagai program penguatan tata kelola dan efisiensi operasional. Kemampuan menjaga keseimbangan antara kas, kewajiban, dan kebutuhan investasi akan menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan kinerja Batiwakkal.












