Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Zona.my.id PT Zona Nyaman Indonesia
Get
Example floating
Example floating
ADV PERUMDA PDAM

Harga Jual Air di Bawah Biaya Produksi, Perumda Batiwakkal Didorong Capai Full Cost Recovery

ZonaTV
245
×

Harga Jual Air di Bawah Biaya Produksi, Perumda Batiwakkal Didorong Capai Full Cost Recovery

Sebarkan artikel ini
3a1dcb4b 2390 43bb a6db 0ddc9460ee36

TANJUNG REDEB — Perumda Air Minum Batiwakkal Kabupaten Berau masih menghadapi tantangan dalam menjaga keseimbangan keuangan perusahaan. Sepanjang 2025, tarif rata-rata air yang dibayarkan pelanggan tercatat masih lebih rendah dibandingkan biaya yang harus dikeluarkan untuk memproduksi setiap meter kubik air.

Berdasarkan laporan tahunan Perumda Air Minum Batiwakkal 2025, harga jual rata-rata air berada pada angka Rp4.969,57 per meter kubik. Sementara itu, biaya produksi atau harga pokok produksi (HPP) tercatat mencapai Rp5.257,12 per meter kubik.

Artinya, terdapat selisih sekitar Rp287,55 per meter kubik antara pendapatan dari tarif air dengan biaya produksi yang harus ditanggung perusahaan.

Kondisi ini menunjukkan tarif yang berlaku saat ini belum sepenuhnya mampu menutup seluruh biaya penyediaan air bersih. Manajemen menyebut, struktur tarif masih berada di bawah biaya pokok produksi sehingga prinsip full cost recovery (FCR) atau pemulihan seluruh biaya operasional melalui tarif belum sepenuhnya tercapai.

Menariknya, dibandingkan tahun sebelumnya, biaya produksi air justru mengalami penurunan. Pada 2024, HPP tercatat sebesar Rp5.357,42 per meter kubik, kemudian turun menjadi Rp5.257,12 per meter kubik pada 2025.

Penurunan tersebut salah satunya dipengaruhi langkah efisiensi perusahaan, terutama dalam penggunaan bahan kimia untuk proses pengolahan air. Efisiensi ini membantu menekan beban produksi di tengah kebutuhan operasional yang terus meningkat.

Namun, di sisi lain, harga rata-rata air yang diterima perusahaan juga mengalami penurunan. Pada 2024, tarif rata-rata berada di angka Rp4.998,82 per meter kubik, sedangkan pada 2025 turun menjadi Rp4.969,57 per meter kubik.

Manajemen menilai persoalan keseimbangan tarif menjadi salah satu pekerjaan penting ke depan. Sebab, biaya produksi air tidak hanya dipengaruhi proses pengolahan, tetapi juga kebutuhan pemeliharaan jaringan, energi, peningkatan kualitas pelayanan, hingga pengembangan cakupan layanan kepada masyarakat.

Untuk menjaga keberlanjutan perusahaan, Perumda Batiwakkal terus mencari ruang efisiensi sekaligus mengoptimalkan sumber pendapatan lain di luar penjualan air. Langkah tersebut dilakukan agar pelayanan air bersih tetap berjalan tanpa mengurangi kualitas layanan kepada pelanggan.

Dengan kondisi tarif yang masih berada di bawah biaya produksi, penyesuaian kebijakan tarif menjadi salah satu instrumen yang dipertimbangkan perusahaan untuk mencapai kondisi operasional yang lebih sehat, dengan tetap memperhatikan kemampuan masyarakat sebagai pengguna layanan air bersih.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan