Tanjung Redeb – Kebakaran hebat melanda kawasan pemukiman padat penduduk di Jalan Pulau Panjang, Gang Pulau Panjang Blok D, RT 27, Kelurahan Tanjung Redeb, Kecamatan Tanjung Redeb, Kabupaten Berau. Peristiwa yang terjadi pada Minggu (12/7) siang tersebut menghanguskan sejumlah bangunan rumah warga yang sebagian besar berkonstruksi kayu.
Berdasarkan laporan resmi dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Berau, informasi mengenai musibah kebakaran ini pertama kali diterima oleh petugas piket Mako Damkar pada pukul 11.45 WITA. Laporan darurat tersebut didapatkan langsung dari salah seorang warga setempat yang melihat kobaran api mulai membesar.
Merespons laporan cepat dari masyarakat, petugas pemadam kebakaran langsung bergerak menuju tempat kejadian bawah (TKK). Armada pemadam kebakaran hanya membutuhkan waktu sekitar lima menit dan berhasil tiba di lokasi kejadian pada pukul 11.50 WITA untuk segera melakukan tindakan lokalisir api.
Api dengan cepat menjalar dan melahap bangunan di sekitarnya karena mayoritas rumah di area tersebut bermaterialkan kayu yang mudah terbakar. Data sementara mencatat, objek yang terbakar merupakan rumah tinggal milik empat warga.
Dampak dari amukan si jago merah ini mengakibatkan kerusakan yang cukup masif pada properti warga setempat. Secara keseluruhan, terdapat 9 unit rumah warga yang terdampak, dengan rincian 5 unit bangunan mengalami rusak berat (RB) dan 4 unit lainnya mengalami rusak ringan (RR).
Proses penjinakan api di lapangan membutuhkan perjuangan ekstra dan memakan waktu hingga beberapa jam. Petugas pemadam kebakaran dilaporkan baru bisa menyelesaikan penanganan secara menyeluruh, mulai dari pemadaman hingga tahap pendinginan, sejak pukul 11.55 WITA sampai dengan pukul 15.15 WITA.
Komandan Regu (Danru) 4 Disdamkarmat Berau, Yohanis Datu Tasik, menjelaskan bahwa timnya harus menghadapi situasi pelik saat berupaya memadamkan kobaran api di dalam gang tersebut. Akses mobilitas armada yang terbatas menjadi tantangan utama yang dihadapi oleh personel di lapangan.
“Akses jalan yang sempit menuju titik api menjadi kendala utama kami di lapangan. Hal ini membuat pergerakan armada berukuran besar harus dilakukan dengan sangat hati-hati agar bisa mencapai posisi terbaik untuk menyemprotkan air,” ujar Yohanis Datu Tasik.
Untuk mengatasi kendala tersebut dan mempercepat pemadaman, Disdamkarmat Kabupaten Berau tidak main-main dalam menurunkan kekuatan. Sebanyak 10 unit mobil dinas pemadam kebakaran dan penyelamatan dikerahkan penuh ke lokasi kejadian, dengan pasokan air utama yang disuplai dari *ground tank* Mako Damkar.
Upaya pemadaman ini juga berhasil terlaksana dengan baik berkat adanya sinergi dan kolaborasi yang kuat dari berbagai *stakeholder* di lapangan. Selain personel Disdamkarmat, unsur TNI, Polri, BPBD Berau, Tagana, PMI, serta sejumlah relawan dan warga sekitar turut bahu-membahu menjinakkan api.
Petugas PLN juga sigap melakukan pemutusan aliran listrik di sekitar area kejadian untuk mengantisipasi adanya bahaya korsleting arus listrik susulan. Hingga proses pemadaman dinyatakan selesai sepenuhnya, situasi di lokasi dilaporkan telah aman dan terkendali.
Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui secara pasti berapa total kerugian materil maupun luas area lahan pemukiman yang hangus terbakar. Mengenai penyebab utama munculnya titik api, dugaan sementara dari pihak berwenang masih dalam proses penyelidikan lebih mendalam.












