TANJUNG SELOR – Kabupaten Bulungan kini memiliki produk air minum dalam kemasan (AMDK) lokal. Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Danum Benuanta resmi meluncurkan Kayanku, Senin (6/7), sebagai unit usaha baru yang diharapkan menjadi kebanggaan masyarakat sekaligus mampu bersaing di pasar Kalimantan Utara.
Peluncuran Kayanku menandai hasil dari proses persiapan selama kurang lebih satu tahun sejak pembangunan pabrik dimulai. Bupati Bulungan, Syarwani, menyebut kehadiran produk ini bukan sekadar menambah lini usaha Perumda, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam memperkuat penggunaan produk lokal serta meningkatkan kontribusi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) terhadap perekonomian daerah.
“Alhamdulillah hari ini kita bisa meluncurkan produk air minum dalam kemasan Kayanku. Ini menjadi unit usaha baru Perumda Danum Benuanta dan mereknya juga sudah dipatenkan,” ujar Syarwani.
Sebagai bentuk komitmen mendukung produk daerah, Pemerintah Kabupaten Bulungan akan menjadi pengguna pertama AMDK Kayanku. Mulai bulan ini, seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) diarahkan menggunakan produk tersebut untuk memenuhi kebutuhan rapat maupun berbagai kegiatan resmi pemerintah.
“Kita ingin mengajak masyarakat mencintai produk daerah. Contohnya tentu harus dimulai dari pemerintah daerah sendiri. Mulai bulan ini, kebutuhan air minum dalam kegiatan OPD kita arahkan menggunakan Kayanku,” katanya.
Syarwani juga mengingatkan bahwa kualitas dan keamanan produk menjadi kunci utama dalam membangun kepercayaan masyarakat. Karena itu, ia meminta pengawasan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari kualitas air baku hingga produk siap dipasarkan. Uji laboratorium secara berkala, minimal setiap tiga bulan melalui lembaga berwenang, juga harus menjadi bagian dari pengendalian mutu.
“Keamanan produknya harus terus dipastikan. Pemeriksaan tidak cukup sekali, tetapi dilakukan secara berkala agar masyarakat benar-benar yakin dengan kualitas air yang dikonsumsi,” tegasnya.
Pada tahap awal, pemasaran Kayanku difokuskan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Bulungan. Namun, ke depan produk ini ditargetkan mampu menembus pasar kabupaten dan kota lain di Kalimantan Utara. Pemerintah daerah juga mendorong agar Kayanku bersama berbagai produk UMKM lokal dapat dipasarkan di gerai-gerai ritel modern sehingga semakin mudah dijangkau masyarakat.
Sementara itu, Direktur Perumda Air Minum Danum Benuanta, Eldiansyah, menjelaskan Kayanku saat ini tersedia dalam kemasan botol berukuran 330 mililiter dan 600 mililiter. Kemasan galon telah diproduksi, sedangkan kemasan gelas masih dalam tahap persiapan.
Ia memastikan seluruh proses produksi telah memenuhi standar keamanan. Air baku terlebih dahulu diolah di instalasi pengolahan air milik Perumda sebelum diproses kembali menggunakan mesin AMDK otomatis dengan berbagai tahapan filtrasi dan sterilisasi.
“Air yang digunakan sudah melalui beberapa tahapan filtrasi sehingga layak diproduksi menjadi air minum dalam kemasan. Proses pengamanannya juga kami lakukan secara ketat,” jelasnya.
Pabrik Kayanku memiliki kapasitas produksi sekitar 2.400 botol per jam. Apabila permintaan pasar meningkat, kapasitas produksi dapat ditingkatkan melalui sistem operasional tiga sif selama 24 jam penuh.
Dengan diproduksi langsung di Bulungan, Kayanku memiliki keunggulan dari sisi efisiensi distribusi sehingga harga jualnya lebih kompetitif. Untuk kemasan botol 330 mililiter isi 24 botol, produk ini dipasarkan sekitar Rp30 ribu. Perumda optimistis Kayanku mampu menjadi pilihan masyarakat sekaligus memperkuat semangat menggunakan produk asli daerah.(Rdi)












