Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Zona.my.id PT Zona Nyaman Indonesia
Get
Example floating
Example floating
Pemkab Berau

Pemkab Berau Kurangi Ketergantungan pada Tambang, Dorong Ekonomi Sirkular dan Industri Pengolahan Sampah

ZonaTV
17
×

Pemkab Berau Kurangi Ketergantungan pada Tambang, Dorong Ekonomi Sirkular dan Industri Pengolahan Sampah

Sebarkan artikel ini
63709672 fireshot capture 332 prokopim detail berita prokopim.beraukab.go .id
FOTO: Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Berau Circular Future 2025 di Hotel Mercure (IST)

TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten Berau mulai mengarahkan langkah menuju transformasi ekonomi yang lebih berkelanjutan. Tidak lagi bergantung pada sektor pertambangan dan minyak-gas, daerah ini kini mendorong lahirnya ekonomi sirkular sebagai salah satu pilar pembangunan masa depan.

Komitmen tersebut ditegaskan Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, saat membuka Focus Group Discussion (FGD) Berau Circular Future 2025 di Hotel Mercure, Senin (29/6/2026).

Dalam sambutannya, Sri Juniarsih menegaskan bahwa visi pembangunan Kabupaten Berau periode 2025–2029, yakni “Mewujudkan Berau yang Maju, Unggul, Berkelanjutan, Makmur, dan Sejahtera”, membutuhkan transformasi ekonomi yang mampu bertahan dalam jangka panjang.

Menurutnya, potensi besar Berau harus mulai diarahkan pada sektor-sektor berkelanjutan, seperti pariwisata, pertanian, perikanan, industri pengolahan, hingga pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular.

Ia menilai, paradigma terhadap sampah sudah saatnya berubah. Bukan lagi dipandang sebagai persoalan lingkungan semata, tetapi sebagai sumber daya yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan mampu mendorong pertumbuhan daerah.

“Ke depan kita harus mempersiapkan fondasi ekonomi yang lebih beragam, lebih tangguh, dan lebih berkelanjutan. Sampah harus mulai kita lihat sebagai sumber daya ekonomi yang memiliki nilai tambah, mampu menciptakan lapangan kerja, mendorong investasi, serta menjadi bagian dari rantai industri masa depan,” ujarnya.

Sebagai bentuk keseriusan mewujudkan visi tersebut, Sri Juniarsih menyambut positif rencana pembangunan Kawasan Industri Sampah Sirkular (KISS) di Kabupaten Berau. Menurutnya, konsep tersebut merupakan terobosan strategis yang sejalan dengan arah pembangunan hijau karena menghadirkan sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi, mulai dari proses pemilahan, pengolahan, hingga menghasilkan produk yang memiliki nilai jual.

Ia optimistis kawasan industri tersebut tidak hanya memberikan solusi terhadap persoalan sampah, tetapi juga membuka peluang investasi baru, menciptakan lapangan kerja, memperkuat peran bank sampah, serta meningkatkan pendapatan daerah secara berkelanjutan.

Bupati berharap FGD Berau Circular Future 2025 tidak berhenti sebagai forum diskusi semata, melainkan menjadi titik awal lahirnya langkah-langkah konkret dalam membangun industri hijau di Kabupaten Berau.

Ia mendorong seluruh pihak segera menyusun peta jalan implementasi, memperkuat kelembagaan bank sampah, mengadopsi teknologi pengolahan yang modern, hingga mewujudkan kawasan industri sirkular yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Saya mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat sinergi dan kolaborasi agar cita-cita menjadikan Berau sebagai daerah yang maju, berdaya saing, dan ramah lingkungan dapat terwujud. Pembangunan harus terus berjalan, namun kelestarian alam tetap terjaga demi kesejahteraan masyarakat Berau,” pungkasnya.(ADV)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan