Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Zona.my.id PT Zona Nyaman Indonesia
Get
Example floating
Example floating
Peristiwa

Jeritan Minta Tolong Tak Mampu Selamatkan Balita dalam Kebakaran di Manunggal Jaya

ZonaTV
11
×

Jeritan Minta Tolong Tak Mampu Selamatkan Balita dalam Kebakaran di Manunggal Jaya

Sebarkan artikel ini
9e00f481 img 20260625 wa0012
Foto: Rumah terdampak kebakaran (IST)

BERAU – Duka menyelimuti Kampung Manunggal Jaya, Kecamatan Biatan, Rabu (24/6/2026) sore. Sebuah rumah warga ludes dilalap si jago merah, sementara seorang balita berusia 2 tahun 8 bulan tak berhasil diselamatkan dan ditemukan meninggal dunia dalam peristiwa tragis tersebut.

Kebakaran terjadi sekitar pukul 16.20 Wita di rumah milik Sudirman (46) yang berada di RT 001 Kampung Manunggal Jaya. Bangunan yang sebagian besar berbahan kayu itu dengan cepat dilahap api hingga mengalami kerusakan berat.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Berau, Rakhmadi Pasarakan, mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 16.30 Wita dari Pos Polisi Kecamatan Biatan. Petugas Pos Damkar Biatan kemudian langsung bergerak menuju lokasi dan tiba sekitar pukul 16.45 Wita untuk melakukan pemadaman.

“Petugas segera melakukan upaya pemadaman begitu tiba di lokasi. Proses pemadaman dan pendinginan berlangsung hingga sekitar pukul 19.00 Wita,” ujarnya.

Dalam insiden tersebut, balita laki-laki berusia 2 tahun 8 bulan, menjadi korban jiwa. Selain kehilangan nyawa korban, kebakaran juga menyebabkan satu kepala keluarga dengan tiga jiwa terdampak.

Menurut hasil pendataan sementara kepolisian, kebakaran pertama kali diketahui oleh nenek korban, Halawiah (64). Saat terbangun dari tidurnya sekitar pukul 16.20 Wita, ia mendapati api sudah membesar dari kamar tempat sang cucu berada.

Panik melihat kobaran api, Halawiah berlari keluar rumah sambil berteriak meminta pertolongan warga. Sejumlah warga kemudian berdatangan untuk membantu sekaligus melaporkan kejadian tersebut kepada petugas.

Kapolsek Talisayan, AKP Rakhmad Wiwit Dianto, menjelaskan bahwa saat kebakaran terjadi korban berada seorang diri di dalam kamar. Sementara nenek korban berada di ruangan lain, sedangkan ibu korban sedang keluar rumah untuk mengambil kipas angin di kediaman rekannya.

“Korban tinggal bersama ibu dan neneknya. Kedua orang tua korban diketahui telah bercerai. Saat kejadian, ibu korban tidak berada di rumah,” jelasnya.

Petugas Damkar mengerahkan satu unit armada water supply berkapasitas 5.000 liter untuk memadamkan api. Penanganan di lapangan turut melibatkan unsur Disdamkarmat Berau, TNI, Polri, serta masyarakat setempat dengan memanfaatkan sumber air dari grondtank di sekitar lokasi.

Akibat kejadian tersebut, kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp150 juta. Hingga kini, Unit Reskrim Polsek Talisayan masih melakukan penyelidikan guna mengungkap penyebab pasti kebakaran.

“Api berhasil dipadamkan dan situasi dapat dikendalikan. Kami turut berduka cita atas meninggalnya korban dalam peristiwa ini,” tutup Rakhmadi.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan