Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Zona.my.id PT Zona Nyaman Indonesia
Get
Example floating
Example floating
Kaltara

Harga Pertamax Melonjak hingga Rp17.000 per Liter, Gubernur Kaltara Ajak Masyarakat Lebih Hemat BBM

ZonaTV
20
×

Harga Pertamax Melonjak hingga Rp17.000 per Liter, Gubernur Kaltara Ajak Masyarakat Lebih Hemat BBM

Sebarkan artikel ini
bdd12f13 f0fd 492a 8aaf 3bd834e2ec02
FOTO: Gubernur Kalimantan Utara, Zainal A. Paliwang (Doc.zona)

TANJUNG SELOR – Kenaikan signifikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi di Kalimantan Utara menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara. Menyikapi lonjakan harga tersebut, Gubernur Kalimantan Utara, Zainal A. Paliwang, mengajak seluruh masyarakat untuk mulai menerapkan pola hidup hemat energi dan lebih bijak dalam menggunakan BBM.

Berdasarkan daftar harga BBM Pertamina wilayah Kalimantan Utara per 10 Juni 2026, harga Pertamax mengalami kenaikan cukup tajam. Dari sebelumnya Rp12.900 per liter, kini naik menjadi Rp17.000 per liter. Sementara itu, harga Pertamax yang dijual melalui Pertashop juga meningkat dari Rp12.000 per liter menjadi Rp16.900 per liter.

Kenaikan tersebut dinilai berpotensi menambah beban pengeluaran masyarakat maupun biaya operasional berbagai sektor usaha. Karena itu, pemerintah daerah mendorong langkah-langkah penghematan sebagai upaya menghadapi perubahan harga energi yang terjadi.

“Dalam penggunaan BBM harus lebih hemat. Jangan sampai terjadi pemborosan dalam penggunaan bahan bakar minyak. Gunakan seperlunya dan sesuai kebutuhan,” tegas Zainal.

Menurutnya, budaya hemat energi perlu menjadi kebiasaan sehari-hari. Masyarakat dapat memulai dengan mengurangi perjalanan yang tidak mendesak, merencanakan penggunaan kendaraan secara lebih efektif, serta memastikan kondisi kendaraan tetap prima agar konsumsi BBM lebih efisien.

Pemprov Kalimantan Utara juga berkomitmen mengoptimalkan penghematan penggunaan BBM di lingkungan pemerintahan sebagai bentuk dukungan terhadap efisiensi energi. Langkah tersebut diharapkan dapat menjadi contoh bagi masyarakat dalam menghadapi kenaikan harga bahan bakar.

Zainal berharap masyarakat dapat memahami kondisi yang terjadi dan bersama-sama mendukung upaya penghematan energi. Dengan penggunaan BBM yang lebih bijak, dampak kenaikan harga diharapkan dapat diminimalkan sehingga stabilitas pengeluaran rumah tangga dan aktivitas ekonomi tetap terjaga.

Imbauan ini menjadi bentuk kepedulian pemerintah daerah agar masyarakat mampu beradaptasi dengan perubahan harga BBM sekaligus mendorong terciptanya budaya hemat energi yang berkelanjutan di Kalimantan Utara.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan