Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Zona.my.id PT Zona Nyaman Indonesia
Get
Example floating
Example floating
KaltaraKaltim

OJK Kaltim Kaltara: Generasi Muda Harus Cerdas Finansial, Jauhi Judi Online dan Pinjol Ilegal

ZonaTV
20
×

OJK Kaltim Kaltara: Generasi Muda Harus Cerdas Finansial, Jauhi Judi Online dan Pinjol Ilegal

Sebarkan artikel ini
15ddd879 judoll
Foto: illustration kecanduan judol (IST)

SAMARINDA – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, ancaman terhadap kesehatan finansial generasi muda juga kian beragam. Dua di antaranya adalah maraknya praktik judi online dan pinjaman online ilegal yang terus menyasar kalangan pelajar hingga mahasiswa.

Kondisi tersebut menjadi perhatian Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara. Melalui program Sosialisasi CERIA (Cerdas Finansial Melalui Edukasi, Literasi dan Aksi) bertema “Generasi Cerdas: Berdaya Tanpa Judi Online dan Pinjaman Ilegal”, OJK berupaya memperkuat pemahaman keuangan generasi muda sekaligus membentengi mereka dari berbagai risiko aktivitas keuangan ilegal.

Kegiatan yang berlangsung di Gedung B OJK Kaltim Kaltara, Jumat, diikuti sekitar 100 peserta yang terdiri atas pelajar SMP dan SMA, mahasiswa, serta perwakilan komunitas di Kalimantan Timur.

Sejumlah narasumber hadir dalam kegiatan tersebut, antara lain Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Timur Muhammad Faisal, Manajer Madya Divisi Pengawasan Perilaku PUJK, Edukasi dan Perlindungan Konsumen (PEPK) OJK Kaltim Kaltara Angga Heryadi, serta Duta Literasi Keuangan OJK Kaltim Kaltara 2026 Sheilla Agista Rizky Jagung Praptama.

Kepala Divisi Layanan Manajemen Strategis dan Koordinasi Regional OJK Kaltim Kaltara, Ali Ridwan, mengatakan kemudahan akses layanan keuangan digital harus diimbangi dengan kemampuan masyarakat dalam memahami risiko yang menyertainya.

Menurut Ali, praktik judi online dan pinjaman ilegal tidak hanya mengancam kondisi keuangan seseorang, tetapi juga berdampak pada kesehatan mental, hubungan sosial, produktivitas, hingga masa depan generasi muda.

“Literasi dan inklusi keuangan menjadi pondasi penting agar masyarakat mampu memahami, memilih, dan menggunakan layanan keuangan secara bijak, aman, dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Ali mengungkapkan, hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 menunjukkan indeks literasi keuangan nasional mencapai 66,46 persen, sedangkan indeks inklusi keuangan berada di angka 80,51 persen.

Pada kelompok pelajar dan mahasiswa, indeks literasi keuangan tercatat sebesar 61,76 persen dengan tingkat inklusi keuangan mencapai 84,42 persen.

Data tersebut, kata Ali, menunjukkan generasi muda telah cukup akrab dengan berbagai layanan keuangan digital. Namun, pemahaman mengenai pengelolaan keuangan yang sehat dan aman masih perlu terus diperkuat melalui edukasi yang berkelanjutan.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Forum Talenta Muda Kalimantan Timur, Andi Angkasa Putra, mengingatkan peserta agar tidak mudah tergoda berbagai tawaran keuntungan instan yang banyak beredar di platform digital.

Menurut Andi, judi online merupakan ancaman serius yang dapat menjerumuskan seseorang ke dalam persoalan keuangan berkepanjangan.

“Godaan mendapatkan uang secara cepat memang besar. Tetapi risikonya jauh lebih besar. Data pribadi bisa disalahgunakan, rekam jejak keuangan bisa rusak, bahkan masa depan dapat dipertaruhkan karena keputusan yang keliru hari ini,” katanya.

Ia menilai kegiatan yang digelar OJK menjadi langkah penting untuk membangun kesadaran generasi muda agar lebih bijak dalam mengelola keuangan sekaligus menjaga keamanan identitas digital.

Andi juga mengajak peserta mengubah pola pikir dari mengejar keuntungan instan menjadi membangun kemandirian finansial melalui pengetahuan, keterampilan, dan perencanaan yang matang.

Melalui sosialisasi tersebut, OJK Kaltim Kaltara berharap para pelajar, mahasiswa, dan anggota komunitas yang hadir dapat menjadi agen literasi keuangan di lingkungan masing-masing. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang pengelolaan keuangan, masyarakat diharapkan mampu menghindari berbagai aktivitas keuangan ilegal serta memanfaatkan layanan keuangan digital secara aman dan bertanggung jawab.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan