Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Zona.my.id PT Zona Nyaman Indonesia
Get
Example floating
Example floating
Peristiwa

Gempa Ternate Picu Tsunami, Warga Mengungsi dan Bangunan Runtuh

ZonaTV
8
×

Gempa Ternate Picu Tsunami, Warga Mengungsi dan Bangunan Runtuh

Sebarkan artikel ini
c1d91b6f 12

TERNATE – Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 7,6 mengguncang wilayah Pantai Barat Daya Pulau Batang Dua, Ternate, Maluku Utara, Kamis pagi, 2 April 2026. Guncangan ini memicu peringatan tsunami serta menyebabkan kerusakan bangunan hingga menimbulkan korban jiwa di sejumlah daerah, termasuk Manado.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa terjadi pada pukul 05.48 WIB. Episenter berada di laut, sekitar 129 kilometer tenggara Bitung, Sulawesi Utara, dengan kedalaman 33 kilometer.

Pelaksana Tugas Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, menyebut gempa ini tergolong dangkal dan dipicu deformasi kerak bumi dengan mekanisme patahan naik (thrust fault).

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa ini merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas deformasi kerak bumi,” kata Rahmat.

Guncangan terasa kuat di Ternate dengan intensitas mencapai V hingga VI MMI. Warga berhamburan keluar rumah dan sebagian memilih mengungsi ke wilayah yang lebih tinggi.

Kepala BPBD Kota Ternate, Sutopo Abdullah, mengatakan sejumlah rumah warga mengalami kerusakan akibat gempa. “Mayoritas kerusakan ringan hingga sedang, tetapi ada juga yang dilaporkan rusak berat,” ujarnya. Pendataan masih berlangsung.

Dampak gempa juga dirasakan hingga Sulawesi Utara. Di Manado, sebuah bangunan dilaporkan runtuh dan menyebabkan korban jiwa. Kapolresta Manado, Julianto Sirait, membenarkan satu orang meninggal dunia akibat tertimpa reruntuhan bangunan.

“Ada satu korban meninggal dunia. Korban telah dievakuasi,” katanya.

Kepala BPBD Sulawesi Utara, Johanis Tumbelaka, menyatakan tim gabungan masih melakukan asesmen di berbagai lokasi terdampak untuk memastikan jumlah kerusakan dan korban.

BMKG sempat menetapkan status siaga tsunami untuk sejumlah wilayah, antara lain Ternate, Halmahera, Tidore, Bitung, dan sebagian Minahasa. Sementara itu, status waspada diberlakukan di Kepulauan Sangihe dan Bolaang Mongondow.

Menurut Rahmat, hasil pemodelan menunjukkan gempa tersebut berpotensi memicu tsunami. Alat pengukur muka air laut juga mencatat kenaikan hingga 0,75 meter di beberapa titik, seperti Halmahera Barat, Bitung, dan Minahasa Utara.

Hingga pukul 06.50 WIB, BMKG mencatat sedikitnya 11 gempa susulan dengan magnitudo terbesar mencapai 5,5. Aktivitas susulan ini meningkatkan kekhawatiran warga di wilayah terdampak.

Proses evakuasi dan pendataan korban masih berlangsung. Pemerintah daerah bersama instansi terkait terus memantau perkembangan situasi, terutama di wilayah pesisir dan daerah dengan tingkat kerusakan paling parah.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan