Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Zona.my.id PT Zona Nyaman Indonesia
Get
Example floating
Example floating
Advertorial

Sekda Tegaskan BUMK Harus Berorientasi Hasil dan Kurangi Ketergantungan APBD

ZonaTV
7
×

Sekda Tegaskan BUMK Harus Berorientasi Hasil dan Kurangi Ketergantungan APBD

Sebarkan artikel ini
c73f8ffc img 20260216 wa0023

BERAU – Pemerintah Kabupaten Berau terus mendorong penguatan peran Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) sebagai motor penggerak ekonomi desa. Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan kemandirian kampung sekaligus menambah Pendapatan Asli Kampung (PAK) secara berkelanjutan.

 

Sekretaris Daerah Muhammad Said menyebut salah satu contoh keberhasilan pengelolaan BUMK dapat dilihat di Kampung Pegat Bukur, Kecamatan Sambaliung. Menurutnya, unit usaha tersebut mampu memberikan kontribusi nyata bagi kas kampung setiap tahun.

 

“BUMK di Pegat Bukur setiap tahun menyumbangkan pendapatan kampung sekitar Rp110 juta,” ujarnya.

 

Ia menilai keberhasilan tersebut tidak hanya berdampak pada peningkatan pendapatan kampung, tetapi juga memberikan manfaat sosial bagi masyarakat. Sejumlah program seperti bantuan pendidikan hingga kegiatan sosial telah dirasakan langsung oleh warga.

 

“Kontribusinya bukan hanya soal pendapatan, tetapi juga menyentuh sisi sosial masyarakat melalui beasiswa pendidikan dan bantuan sosial,” jelasnya.

 

Keberhasilan itu, lanjutnya, menjadi bukti bahwa BUMK dapat berkembang sebagai sumber pendapatan berkelanjutan apabila dikelola secara profesional serta memanfaatkan potensi lokal yang ada. Pemerintah daerah pun berharap 14 kampung lain di Kecamatan Sambaliung mampu mengikuti langkah serupa.

 

Ia mengingatkan agar pemerintah kampung tidak terus bergantung pada penyertaan modal dari anggaran daerah tanpa upaya pengembangan usaha yang jelas.

 

“Kalau kepala kampung ujung-ujungnya berharap dari APBD, tentu kami juga kesulitan. Saya harap setiap kampung bisa memaksimalkan BUMK yang ada,” tegasnya.

 

Menurutnya, keberadaan BUMK harus berorientasi pada hasil dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Transparansi, akuntabilitas, serta inovasi menjadi faktor penting agar penyertaan modal yang diberikan tidak berakhir tanpa hasil.

 

“Sejak 2017 kami terus mendorong BUMK agar benar-benar menghasilkan. Jangan sampai penyertaan modal habis, tetapi manfaatnya tidak jelas,” katanya.

 

Ia menambahkan, kolaborasi dengan perusahaan yang beroperasi di sekitar wilayah kampung juga menjadi peluang besar untuk memperkuat usaha BUMK.

 

“Kami mencontohkan Pegat Bukur. Mereka bisa bermitra dengan perusahaan sehingga banyak kegiatan usaha masuk ke BUMK dan pendapatan kampung bisa maksimal,” pungkasnya.

 

Upaya ini diharapkan dapat memperkuat kemandirian ekonomi kampung di wilayah Berau sekaligus mengurangi ketergantungan pada bantuan anggaran pemerintah daerah.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan