Kondisi cuaca di Kabupaten Berau diperkirakan masih akan didominasi hujan dalam beberapa hari ke depan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Berau mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama dalam menjalankan aktivitas di luar ruangan maupun di wilayah perairan.
Kepala BMKG Berau, Ade Heryadi, menyampaikan bahwa secara pola iklim, Februari masih termasuk fase aktif musim hujan. Pada periode ini, curah hujan di Berau cenderung fluktuatif, namun dalam waktu dekat terdapat peluang peningkatan intensitas hujan.
“Hasil pemantauan dan prakiraan kami menunjukkan potensi hujan dengan intensitas cukup tinggi masih mungkin terjadi dalam rentang tiga hingga lima hari ke depan,” kata Ade, Selasa (3/2/2026).
Ia menjelaskan, karakter cuaca di Berau memang unik karena hujan hampir terjadi sepanjang tahun. Hanya pada pertengahan tahun, khususnya Juni hingga September, intensitas hujan relatif menurun seiring masuknya musim kemarau.
Meski demikian, periode kemarau di Berau bukan berarti tanpa hujan sama sekali. Curah hujan tetap terjadi, hanya saja jumlah dan frekuensi hari hujannya lebih rendah dibandingkan saat musim hujan berlangsung.
“Perbedaannya lebih ke intensitas dan jumlah hari hujan. Saat kemarau, curah hujan bulanan biasanya lebih kecil dibandingkan periode musim hujan,” jelasnya.
BMKG juga memetakan sejumlah wilayah yang berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat dalam waktu dekat. Wilayah barat Berau masih menjadi area yang paling perlu diwaspadai, mencakup Kecamatan Kelay, Segah, serta sebagian kawasan Gunung Tabur, Sambaliung, dan Teluk Bayur.
Selain hujan, masyarakat juga diingatkan untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem yang dapat disertai angin kencang, khususnya bagi nelayan dan pelaku aktivitas transportasi laut.
Sebagai langkah antisipasi, BMKG Berau secara rutin menyebarkan informasi cuaca terkini melalui berbagai kanal komunikasi, mulai dari media sosial hingga grup pesan singkat yang berisi pembaruan citra radar cuaca secara real time.
“Informasi peringatan dini ini kami sampaikan agar masyarakat bisa menyesuaikan aktivitasnya dan meminimalkan risiko, terutama saat cuaca tidak bersahabat,” pungkas Ade.












