Berau – Pemerintah Kabupaten Berau mulai memantapkan perencanaan pembangunan tahun 2026 melalui evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025. Pembahasan tersebut dilakukan dalam forum koordinasi lintas perangkat daerah yang digelar di Ruang Rapat Sangalaki, Rabu (7/1/2026).
Kegiatan ini menjadi wadah untuk mengkaji capaian pelaksanaan program, serapan belanja daerah, serta menyusun langkah strategis agar kebijakan pembangunan ke depan lebih terarah dan selaras dengan kebijakan pemerintah pusat maupun provinsi.
Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, dalam arahannya menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan sangat ditentukan oleh kerja sama yang solid antarorganisasi perangkat daerah (OPD). Ia menilai koordinasi dan komitmen bersama menjadi kunci pencapaian target pembangunan daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati memberikan penghargaan kepada sejumlah OPD yang mampu menyelesaikan program fisik secara optimal. Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan perencanaan dan pelaksanaan yang berjalan efektif.
“Capaian maksimal yang telah diraih beberapa OPD patut diapresiasi dan dijadikan teladan agar pelaksanaan pembangunan di tahun mendatang semakin meningkat,” ungkapnya.
Beberapa OPD yang dinilai berhasil antara lain Dinas Pendidikan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Bapelitbang), Dinas Perkebunan, serta Kecamatan Teluk Bayur.
Lebih lanjut, Sri Juniarsih menyampaikan bahwa pembangunan Kabupaten Berau pada 2026 akan difokuskan pada 18 program prioritas yang dilaksanakan secara bertahap. Pelaksanaannya tetap memperhitungkan kemampuan keuangan daerah serta masukan hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Sektor pariwisata menjadi salah satu perhatian utama dalam arah pembangunan ekonomi daerah. Potensi wisata Berau, khususnya Kepulauan Maratua, dinilai memiliki daya tarik tinggi berkat kekayaan alam bawah laut serta dukungan konektivitas transportasi udara.
“Jika dikelola dengan tepat, sektor pariwisata dapat menjadi pengungkit ekonomi daerah dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” ujarnya.
Selain pariwisata, pembangunan daerah juga diarahkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan sektor pertanian dan UMKM, pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan, serta tata kelola pemerintahan yang transparan dan bertanggung jawab.
Bupati menegaskan pentingnya perencanaan program yang disertai kejelasan sumber pembiayaan dan indikator kinerja yang terukur, agar setiap rupiah anggaran yang digunakan benar-benar memberikan manfaat nyata.
Sebagai penutup, Sri Juniarsih mendorong seluruh OPD untuk terus berinovasi, meningkatkan kapasitas aparatur, serta memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan demi meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kabupaten Berau.(*)












