BERAU — Pelantikan Ketua Tim Penggerak (TP) PKK sekaligus Ketua Tim Pembina Posyandu tingkat kecamatan se-Kabupaten Berau digelar pada Selasa, 8 April 2026. Agenda ini menjadi bagian dari upaya memperkuat peran organisasi dalam pembangunan keluarga dan peningkatan kesehatan masyarakat.
Pelantikan dipimpin oleh Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas. Sebanyak 10 kecamatan terlibat, meliputi Tanjung Redeb, Sambaliung, Kelay, Segah, Tabalar, Biatan, Batu Putih, Biduk-Biduk, Pulau Derawan, dan Maratua.
Dalam sambutannya, Sri menekankan posisi strategis PKK dan Posyandu sebagai garda terdepan pelayanan masyarakat di tingkat keluarga. Ia meminta para ketua yang baru dilantik menjalankan amanah dengan tanggung jawab dan integritas.
“Peran PKK dan Posyandu sangat penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya keluarga,” ujarnya.
Sri juga menyoroti pentingnya efektivitas kerja organisasi. Menurut dia, keberhasilan program tidak ditentukan oleh lamanya waktu rapat, melainkan kualitas komunikasi dan koordinasi antaranggota.
Ia mendorong agar pengurus aktif menjaga intensitas pertemuan, minimal sekali dalam sepekan, guna memastikan program berjalan sesuai rencana.
Isu stunting menjadi perhatian utama. Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting di Berau masih berada di angka 34 persen, lebih tinggi dari rata-rata nasional.
“Target nasional 14 persen pada 2029 harus kita kejar bersama,” kata Sri.
Ia juga mengungkapkan bahwa jumlah balita di Berau mencapai lebih dari 23 ribu anak. Namun, tingkat kunjungan ke Posyandu masih relatif rendah, yakni sekitar 40,6 persen. Kondisi ini dinilai membutuhkan peran aktif PKK dan Posyandu dalam meningkatkan partisipasi masyarakat.
Selain sektor kesehatan, Sri turut mendorong penguatan ekonomi keluarga melalui program Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) PKK. Ia menilai Berau memiliki potensi besar, terutama di sektor pariwisata dan produk olahan lokal seperti cokelat.
Menurut dia, pengembangan produk harus diiringi peningkatan kualitas, cita rasa, dan kemasan agar mampu bersaing di pasar.
Sri juga mengajak pengurus PKK memperluas kolaborasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD), dunia usaha, serta memanfaatkan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
Di akhir sambutannya, ia menegaskan bahwa PKK bukan sekadar organisasi formal, melainkan gerakan sosial yang berakar pada pengabdian.
“PKK adalah gerakan untuk membangun keluarga yang sehat dan sejahtera,” ujarnya.
Pelantikan ini diharapkan memperkuat sinergi antara PKK, Posyandu, dan pemerintah daerah dalam mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat di Kabupaten Berau.












