Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Zona.my.id PT Zona Nyaman Indonesia
Get
Example floating
Example floating

DPRD Berau

Pariwisata Tak Merata, DPRD Berau Ingatkan Bahaya Ketergantungan Tambang

ZonaTV
41
×

Pariwisata Tak Merata, DPRD Berau Ingatkan Bahaya Ketergantungan Tambang

Sebarkan artikel ini
dd1130d0 img 2431

TANJUNG REDEB – Dorongan untuk mengembangkan sektor pariwisata secara lebih merata kembali disuarakan dari legislatif. Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Berau, Rudi Parasian Mangunsong, meminta Pemerintah Daerah (Pemda) agar tidak hanya berfokus pada kawasan pesisir, tetapi juga mulai serius menggarap potensi wisata di wilayah pedalaman, khususnya Kecamatan Segah.

Selama ini, geliat pariwisata Berau dinilai masih terpusat di kawasan unggulan seperti Kepulauan Derawan dan Biduk-Biduk. Padahal, menurut Rudi, wilayah pedalaman menyimpan potensi yang tidak kalah menjanjikan jika dikelola dengan baik dan berkelanjutan.

“Pembangunan sektor pariwisata harus menyeluruh, tidak hanya pada titik tertentu saja. Bagaimanapun juga, Berau tidak bisa terus bergantung pada sektor pertambangan,” tegasnya.

Ia menilai, pemerataan pembangunan pariwisata bukan hanya soal keadilan wilayah, tetapi juga menjadi strategi penting dalam mendorong diversifikasi ekonomi daerah. Ketergantungan terhadap sektor tambang, lanjutnya, harus mulai dikurangi secara bertahap dengan memperkuat sektor non-ekstraktif seperti pariwisata.

Langkah tersebut sejalan dengan arah kebijakan dalam RPJMD Berau 2025–2029 yang mengusung visi “Berau yang Maju, Unggul, Berkelanjutan, Makmur dan Sejahtera”. Selain itu, gagasan jangka panjang melalui visi “Berau Mempesona 2045” juga menempatkan sektor pariwisata sebagai salah satu tulang punggung pembangunan ekonomi daerah di masa depan.

Sebagai contoh konkret, Rudi menyoroti potensi wisata Air Terjun Tembalang di Kecamatan Segah yang mulai dikenal luas oleh masyarakat. Destinasi ini bahkan kerap dipadati pengunjung, terutama saat libur panjang. Namun, tingginya minat wisatawan belum diimbangi dengan kesiapan infrastruktur yang memadai.

Ia mengungkapkan, kendala utama yang sering dikeluhkan pengunjung adalah akses menuju lokasi yang cukup sulit, rute perjalanan yang rumit, hingga keterbatasan jaringan internet. Kondisi ini dinilai menjadi hambatan serius dalam pengembangan destinasi wisata pedalaman.

“Seharusnya Pemda bisa membangun sarana dan prasarana yang lebih representatif di sana, mulai dari perbaikan akses jalan hingga dukungan jaringan komunikasi,” ujarnya.

Menurutnya, jika potensi wisata di pedalaman seperti Segah dapat dikembangkan secara optimal, maka akan tercipta pusat-pusat ekonomi baru yang mampu menggerakkan masyarakat lokal. Selain membuka peluang usaha, sektor ini juga diyakini dapat meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) secara signifikan.

Rudi pun berharap, ke depan Pemda Berau dapat menyusun kebijakan yang lebih inklusif dan terintegrasi dalam pengembangan pariwisata, sehingga tidak hanya berorientasi pada destinasi yang sudah mapan, tetapi juga memberi ruang bagi kawasan-kawasan baru untuk tumbuh dan berkembang.

“Pariwisata ini bukan hanya soal destinasi, tetapi bagaimana kita membangun masa depan ekonomi Berau yang lebih berkelanjutan,” pungkasnya.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan