Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Zona.my.id PT Zona Nyaman Indonesia
Get
Example floating
Example floating
Hukum Kriminal

Kriminalitas Berau 2025 Menurun, Narkoba dan Laka Lantas Jadi Catatan Merah

ZonaTV
19
×

Kriminalitas Berau 2025 Menurun, Narkoba dan Laka Lantas Jadi Catatan Merah

Sebarkan artikel ini
bfeb3d3a img 20251231 wa0013 scaled

TANJUNG REDEB — Situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kabupaten Berau sepanjang 2025 menunjukkan tren membaik. Kepolisian Resor Berau mencatat penurunan jumlah tindak kriminal dibandingkan tahun sebelumnya, meski di sisi lain masih dihadapkan pada tantangan serius berupa peredaran narkotika dan meningkatnya kecelakaan lalu lintas.

Dalam pemaparan evaluasi akhir tahun, Kapolres Berau AKBP Ridho Tri Putranto mengungkapkan bahwa sepanjang Januari hingga Desember 2025, total kasus kejahatan konvensional tercatat sebanyak 283 perkara. Angka ini lebih rendah dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 323 kasus.

Penurunan juga terjadi pada gangguan keamanan yang berkaitan dengan keamanan negara. Jika pada 2024 tercatat 25 kasus, maka pada 2025 jumlahnya menyusut menjadi 11 kasus.

“Secara umum, gangguan kamtibmas mengalami penurunan. Dari 485 kasus pada 2024, menjadi 435 kasus di 2025. Ini menunjukkan hasil dari upaya pencegahan dan penegakan hukum yang terus kami perkuat,” ujar AKBP Ridho.

Namun demikian, Polres Berau menyoroti peningkatan kasus narkotika yang masih menjadi pekerjaan rumah besar. Sepanjang 2025, terdapat 124 kasus narkoba yang berhasil diungkap, naik satu kasus dibandingkan tahun sebelumnya.

Dari pengungkapan tersebut, aparat mengamankan barang bukti sabu dengan total berat lebih dari 12 kilogram, serta ribuan butir pil LL. Kecamatan Derawan tercatat sebagai wilayah dengan temuan sabu terbesar, disusul Biduk-Biduk, Labanan, Segah, dan Tanjung Redeb. Sementara kecamatan lainnya rata-rata mencatat temuan dalam jumlah lebih kecil.

“Peredaran narkoba saat ini hampir merata. Karena itu kami mengajak keluarga dan masyarakat untuk aktif melakukan pengawasan lingkungan dan berani melapor jika menemukan hal mencurigakan,” tegasnya.

Berbeda dengan tren kriminalitas, angka kecelakaan lalu lintas justru melonjak tajam. Sepanjang 2025, Polres Berau menangani 55 kasus kecelakaan, naik signifikan dari 33 kasus pada 2024. Dampaknya pun serius, dengan jumlah korban meninggal dunia meningkat lebih dari dua kali lipat.

Kapolres menyebut, meningkatnya mobilitas kendaraan seiring pembangunan infrastruktur turut memicu risiko kecelakaan. Data kepolisian menunjukkan korban kecelakaan paling banyak berasal dari kalangan karyawan swasta dan pelajar.

“Keselamatan berlalu lintas harus menjadi perhatian bersama, terutama bagi generasi muda,” katanya.

Polres Berau juga memetakan pola waktu dan lokasi rawan kejahatan. Jam-jam malam hingga menjelang tengah malam menjadi periode paling rawan, disusul sore hari. Sementara lokasi yang sering menjadi sasaran antara lain kawasan permukiman, ruas jalan umum, dan area perkantoran.

Selain itu, aktivitas penyampaian pendapat di muka umum mengalami peningkatan signifikan sepanjang 2025. Dari 71 rencana aksi yang tercatat, sekitar setengahnya berhasil difasilitasi melalui pendekatan dialog dan mediasi.

“Kami mengedepankan penyelesaian secara humanis agar aspirasi tetap tersampaikan tanpa mengganggu stabilitas keamanan,” jelasnya.

Menutup paparannya, AKBP Ridho menegaskan bahwa peran kepolisian tidak hanya terbatas pada penegakan hukum. Polres Berau juga terlibat aktif dalam pengamanan program strategis pemerintah, mulai dari distribusi pangan murah hingga dukungan terhadap UMKM.

“Keamanan yang kondusif adalah fondasi utama bagi stabilitas ekonomi dan sosial. Itu yang terus kami jaga bersama masyarakat,” pungkasnya.(SC)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan