Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Zona.my.id PT Zona Nyaman Indonesia
Get
Example floating
Example floating
PeristiwaNasional

Banjir Kepung Tangerang, Ketinggian Air Capai 1 Meter, Ratusan Rumah Terendam

ZonaTV
8
×

Banjir Kepung Tangerang, Ketinggian Air Capai 1 Meter, Ratusan Rumah Terendam

Sebarkan artikel ini
011b9ab6 img 20260406 wa0008
Foto: Pemukiman warga yang terdampak banjir di Perum Mustika Tigaraksa, Kelurahan Pasir Nangka, Kabupaten Tangerang, Banten. (Dok IST)

TANGERANG — Hujan deras yang mengguyur wilayah Tangerang dalam beberapa hari terakhir menyebabkan banjir meluas di sejumlah titik, dengan ketinggian air mencapai lebih dari satu meter di beberapa kawasan.

Berdasarkan rilis Pemerintah Kota Tangerang, banjir terjadi sejak Sabtu malam (4/4) hingga Minggu pagi, dan merendam sejumlah kecamatan seperti Periuk, Cipondoh, Karang Tengah, Jatiuwung, Ciledug, Cibodas, Pinang, Larangan, Karawaci hingga Benda.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang, Mahdiar, menjelaskan ketinggian air bervariasi mulai dari 40 sentimeter hingga lebih dari satu meter.

“Sementara di Kecamatan Larangan, terjadi tanggul jebol di Perumahan Taman Cipulir dan menyebabkan air masuk ke permukiman,” ujarnya.

Petugas gabungan saat ini terus melakukan penanganan, mulai dari penyedotan genangan, evakuasi warga, hingga normalisasi aliran air. Sejumlah warga juga dilaporkan mengungsi ke beberapa titik posko.

Di sisi lain, banjir juga merendam kawasan Perumahan Mustika Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, pada Senin (6/4), dengan ketinggian air mencapai 1 meter.

Sedikitnya 150 rumah terdampak banjir yang tersebar di lima RT. Ketua RT setempat, Teguh Handoyo, menyebut banjir telah terjadi sejak sehari sebelumnya.

“Banjirnya sudah sejak kemarin, ada lima RT yang terdampak, sekitar 150 rumah yang terendam,” katanya, dilansir dari CNN Indonesia.

Banjir tersebut tidak hanya dipicu hujan deras, tetapi juga diperparah oleh jebolnya tanggul anak Sungai Cimanceuri sepanjang sekitar 12 meter.

Akibatnya, aktivitas warga lumpuh. Sebagian warga memilih bertahan di rumah, sementara lainnya mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Kondisi ini juga memicu kebutuhan mendesak, terutama pasokan makanan, karena akses warga untuk membeli kebutuhan sehari-hari terhambat oleh genangan air.

“Kebutuhan yang paling mendesak itu makanan, karena mobilitas warga sulit,” tambah Teguh, Senin (6/4/26).

Peristiwa ini menunjukkan bagaimana cuaca ekstrem yang terjadi dalam beberapa hari terakhir berdampak luas, mulai dari kawasan perkotaan hingga permukiman padat penduduk.

Pemerintah daerah pun mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan segera melapor melalui layanan darurat jika terjadi kondisi yang membahayakan.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan