Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Zona.my.id PT Zona Nyaman Indonesia
Get
Example floating
Example floating
BerauPeristiwa

Musim Hujan Mulai Datang di Berau, Potensi Banjir dan Longsor Meningkat

ZonaTV
20
×

Musim Hujan Mulai Datang di Berau, Potensi Banjir dan Longsor Meningkat

Sebarkan artikel ini
c5eefa46 whatsapp image 2024 12 13 at 15.28.43 06715652
Banjir di Berau (IST)

Balikpapan, Zona.my.id – Musim hujan di Kalimantan Timur (Kaltim) mulai berlangsung secara bertahap. Sejumlah wilayah bahkan telah lebih dahulu memasuki musim hujan sejak awal Oktober, sementara sebagian besar daerah lainnya diprakirakan mulai mengalaminya pada Dasarian II November 2026.

Kepala Stasiun Meteorologi Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan, Djoko Sumardiono, mengatakan hasil pemantauan BMKG menunjukkan wilayah utara hingga barat laut Kalimantan Timur telah memasuki musim hujan sejak sekitar 3 Oktober 2026 dan terus diguyur hujan hingga akhir bulan.

Selanjutnya, awal musim hujan mulai merambah sejumlah wilayah lain pada Dasarian I November, di antaranya sebagian Kutai Kartanegara bagian utara, sebagian kecil Kabupaten Berau, serta Kota Balikpapan.

“Khusus Balikpapan, tanda-tanda musim hujan sudah terlihat dalam sepekan terakhir. Hampir setiap pagi mulai terdengar suara guntur yang disertai hujan dengan intensitas ringan,” ujar Djoko saat menjadi narasumber dalam kegiatan kesiapsiagaan bencana banjir di Kalimantan Timur, Kamis (5/11/2026).

Meski beberapa daerah telah lebih dahulu diguyur hujan, BMKG memprakirakan sebagian besar wilayah Kalimantan Timur baru memasuki musim hujan pada Dasarian II November. Adapun puncak musim hujan diprediksi terjadi pada Desember 2026, sedangkan musim hujan diperkirakan berakhir pada April hingga Mei 2027.

Djoko menjelaskan, musim hujan tahun ini diperkirakan berlangsung lebih singkat dibanding biasanya. Kendati demikian, sifat hujan diprakirakan tetap berada pada kategori normal berdasarkan rata-rata curah hujan selama 30 tahun terakhir.

Menurutnya, kondisi tersebut memiliki dua sisi. Di satu sisi, curah hujan yang cukup tinggi dalam waktu relatif singkat dapat dimanfaatkan sebagai sumber air baku melalui pembangunan embung maupun fasilitas penampungan air lainnya.

“Potensi air hujan perlu dimanfaatkan semaksimal mungkin agar cadangan air tetap tersedia saat memasuki musim yang lebih kering,” katanya.

Di sisi lain, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi bencana hidrometeorologi yang kerap muncul pada masa peralihan musim. Ancaman banjir, angin kencang, hingga tanah longsor diperkirakan meningkat seiring bertambahnya intensitas hujan.

BMKG juga mengingatkan masyarakat di wilayah pesisir untuk mewaspadai potensi banjir rob sepanjang November. Fenomena bulan purnama yang memicu pasang air laut berpotensi memperparah genangan apabila terjadi bersamaan dengan hujan lebat.

Saat memasuki puncak musim hujan pada Desember nanti, hujan diperkirakan turun dengan frekuensi lebih sering dan cakupan yang semakin luas hampir di seluruh wilayah Kalimantan Timur.

Selain banjir dan angin kencang, kawasan berbukit juga diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman longsor. Menurut Djoko, pada awal musim hujan lapisan tanah bagian bawah belum sepenuhnya jenuh oleh air sehingga daya ikat tanah masih lemah.

“Ketika hujan turun dengan intensitas tinggi, lapisan tanah yang belum stabil dapat bergeser dan memicu longsor. Kondisi ini perlu menjadi perhatian masyarakat, terutama yang tinggal di daerah lereng,” jelasnya.

BMKG berharap pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan memperkuat langkah mitigasi sejak dini agar dampak musim hujan dapat ditekan, sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan air hujan untuk mendukung kebutuhan air baku masyarakat.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan